Peringati Hari Guru, Yuk Mengenang Kembali 4 Keseruan Ini di Sekolah

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Diketahui bersama, pada tanggal 25 november diperingati sebagai Hari Guru Nasional, bersamaan dengan hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Peringatan hari guru secara resmi ditetapkan dalam keputusan Presiden nomer 78 tahun 1994.

Hari guru bagi para siswa dan guru tentunya adalah momentum yang tidak boleh dilewatkan semasa sekolah. Biasanya di sekolah ketika memperingati Hari Guru Nasional, diadakan upacara simbolik peringatan hari guru. Setelah itu siswa memberikan kejutan seperti bunga pada para guru, juga dibarengi dengan pembacaan puisi oleh para siswa.

Namun semenjak virus corona melanda, momentum semacam ini belum bisa dirasakan oleh semua siswa secara langsung. Terkadang, hal-hal yang sebelumnya dianggap sepele semasa sekolah justru dapat menjadi hal yang dirindukan. Oleh karena itu mari meluangkan waktu sejenak untuk sekadar mengingat kembali keseruan di sekolah, berikut beberapa hal yang sering dilakukan di sekolah:

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tertidur di Kelas Saat Guru Sedang Mengajar

Ilustrasi Murid Sekolah | pexels.com/@jeswin
Ilustrasi Murid Sekolah | pexels.com/@jeswin

Sebagai siswa, tentu Anda pernah melakukan hal nyeleneh yang bisa dikatakan cukup menyebalkan bagi guru, salah satunya adalah tidur di kelas.

Dikarenakan lelah, energi terkuras habis untuk berkonsentrasi seharian ditambah lagi penjelasan guru yang membosankan atau boleh jadi karena kekenyangan saat makan siang, menyebabkan rasa ngantuk yang tak tertahankan. Maka terkadang ada saja murid yang tertidur pulas.

Tidur dalam keadaan lelah memang tidak salah, namun lain cerita ketika tidur di kelas saat guru sedang mengajar. Hal ini dirasa kurang etis dilakukan, padahal bisa saja tidur saat jam istirahat. Saat sedang tertidur di kelas dan dibangunkan guru, itu tandanya mereka perhatian. Mereka tidak mau Anda tertinggal pelajaran, jadi mulai sekarang berterima kasihlah kepada guru yang membangunkan.

Menyontek Teman Saat Ujian

Ilustrasi ujian di sekolah. (Photo by Oussama Zaidi on Unsplash)
Ilustrasi ujian di sekolah. (Photo by Oussama Zaidi on Unsplash)

Menyontek saat ujian kadang dilakukan para murid, dari SD, SMP, SMA atau bahkan mahasiswa. Hal ini biasanya di latar belakangi oleh malas belajar dan tidak mengerti materi yang sudah diajarkan.

Tidak henti-hentinya guru selalu memperingatkan agar tidak menyontek, hingga memberi hukuman bagi siapa saja yang melakukan, seperti diambil kertas jawaban dan tidak bisa mengikuti ujian. Meskipun sudah begitu, tetap saja ada siswa yang kedapatan menyontek

Para guru tidak mau muridnya suka berbohong dan curang, oleh sebab itu mereka melarang keras mencontek saat ujian agar kebiasaan buruk itu tidak berlanjut.

Ribut dan Mengobrol Saat Jam Pelajaran

Tentu pernah merasa bosan di kelas, biasanya beberapa siswa memilih mengobrol dengan teman sebangku atau bahkan ada saja siswa yang jahil dan menyebabkan keributan saat guru sedang menjelaskan. Biasanya guru selalu mengingatkan untuk diam dikarenakan hal itu bisa memengaruhi konsentrasi belajar.

Jika direnungkan apa yang dilakukan guru itu semata demi kebaikan siswa. Namun namanya juga remaja, selalu merasa kesal saat dihukum karena ramai di kelas, padahal jika difikir lagi itu disebabkan oleh ulahnya sendiri. Yuk minta maaf pada guru!

Cerita Hidup dari Guru

Ilustrasi guru, mengajar, ruang kelas. Photo by Max Fischer from Pexels)
Ilustrasi guru, mengajar, ruang kelas. Photo by Max Fischer from Pexels)

Ketika di sekolah dapat dipastikan ada tipikal guru yang suka bercerita, menceritakan hal-hal aneh atau bahkan pengalaman hidupnya. Saking larutnya bercerita terkadang sampai lupa dengan materi yang harusnya diajarkan. Biasanya siswa senang dengan situasi ini, alih-alih diingatkan malah ikut larut dengan cerita yang dibawakan. Ini adalah salah satu momen yang sulit dilupakan dan dirindukan semasa sekolah.

Sebab, biasanya setelah lulus dari sekolah sibuk dengan urusan masing-masing. Jangankan bertemu, sekadar bertukar kabar saja tidak sempat. Oleh karena itu, dengan adanya Hari Guru, mari manfaatkan momentum ini untuk saling bertukan kabar dengan guru atau teman sekolah dulu, guna menjalin silaturahmi yang sempat terputus.

Penulis:

Ulwanul Askan

UIN Jakarta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel