Peringati Hari Kopi Sedunia 2021, Ketahui Sisi Baik dan Buruk Kopi bagi Kesehatan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tahunnya, tanggal 1 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Kopi Sedunia. Minuman satu ini sudah sejak lama memiliki banyak penggemar, mulai dari anak muda hingga orang tua. Layaknya kehidupan, kopi pun memiliki sisi baik dan buruknya tersendiri.

Penelitian oleh Universitas Osaka, Universitas Tsukuba, dan Universitas Hokkaido di Jepang mengungkapkan bahwa para partisipan yang meminum setidaknya satu cangkir kopi seminggu memiliki 14 persen kemungkinan lebih kecil untuk meninggal. Bahkan, bagi pemilik penyakit jantung bisa mengurangi risiko kematian hingga 22 persen.

Hal serupa juga disampaikan American Heart Association bahwa meminum kopi secara teratur dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah, terutama bagi penderita serangan jantung. Meskipun dikonsumsi dalam jumlah yang relatif kecil.

Melansir laman Eat This, ahli diet Sarasota Memorial Bariatric and Metabolism Center Donald Mankie mengungkapkan bahwa meminum kopi dapat membantu untuk meningkatkan semangat berolahraga, serta meningkatkan metabolisme dan endorfin dalam tubuh.

"Kafein dapat mengurangi persepsi 'kelelahan' selama berolahraga, yang mungkin memberi Anda 'keuletan' ekstra untuk memberi kekuatan melalui latihan Anda untuk memaksimalkan output-nya," ujar Donald.

Mankie menjelaskan bahwa dengan cara yang sama, kopi juga dapat meningkatkan produksi endorfin, yang dapat meningkatkan perasaan sehat dan rangsangan, konsentrasi, tingkat energi, dan suasana hati.

Ketahui batas aman

Meskipun terkenal dengan ragam manfaat baiknya bagi kesehatan, meminum kopi pun tak bisa dilakukan seenaknya. Penting untuk menjadi lebih jeli terkait bagaimana cara kita menikmatinya. Salah satunya dengan tidak menggunakan tambahan gula.

"Cara paling sehat untuk menikmati minuman ini adalah tanpa tambahan gula yang tidak perlu," ujar profesor kesehatan masyarakat Universitas Osaka, Dr Hiroyasu Iso dikutip Insider pada Jumat, 1 Oktober 2021.

Food and Drug Administration (FDA) juga menyarankan bahwa konsumsi kafein tidak boleh lebih dari 400 miligram per hari atau setara dengan 4 hingga 5 cangkir kopi. Artinya, tetaplah bijak dalam mengonsumsi minuman satu ini meskipun Anda sangat menyukainya.

Terlebih, minuman satu ini juga sangat lekat dengan rasa sakit pada lambung. Sehingga konsumsinya perlu dibatasi bahkan dihindari bagi mereka yang memiliki asam lambung.

“Di dalam kopi ada unsur kafein, nah kafein ini memang bisa meningkatkan asam lambung,” ujar Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Ari Fahrial Syam dalam video yang dibagikan kepada Health Liputan6.com pada beberapa waktu lalu.

Ari menjelaskan, mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak seperti 1 liter dalam waktu yang singkat tidak dianjurkan. Hal tersebut dinilai dapat berbahaya bagi kesehatan lambung kita. Terlebih, kualitas kopi pun harus dipertanyakan jika harus disimpan beberapa hari kedepan di kulkas.

"Kalau satu cangkir mungkin kafeinnya sekitar 50 mili gram itu masih tidak apa-apa. Kalau minumnya 3 cangkir ya kan 3 cangkir sekitar 450 cc itu sudah batas tolerirnya. Kita perlu pelajari dulu bagaimana informasi terkait kopi tersebut,” ujar Ari.

Infografis Kopi-Kopi Indonesia yang Jadi Primadona. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Kopi-Kopi Indonesia yang Jadi Primadona. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel