Peringati HUT ke-75, Panglima Beri Kado Tak Terduga untuk TNI AU

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara hari ini genap berusia 75 tahun. Momentum peringatan Hari Ulang Tahun TNI Angkatan Udara kali ini menjadi momentum yang sangat berharga bagi Matra Udara.

Sebab, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meresmikan Monumen Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrachman Saleh yang terletak di Wisma Aldiron bekas Mabes TNI Angkatan Udara, Pancoran, Jakarta Selatan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, peresmian Monumen Marsda TNI Anumerta Prof.dr.Abdulrachman Saleh menjadi kado Hari Ulang Tahun TNI Angkatan Udara ke-75.

“Pemilihan tempat bagi Monumen Abdulrahman Saleh di Wisma Aldiron juga menjadi cikal bakal pendirian Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Prof. dr. Abdulrachman Saleh sebagai Rumah Sakit Infeksi. Karena di tengah pandemi Covid-19 saat ini, disadari bahwa pentingnya fasilitas kesehatan bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga besar TNI AU dan TNI,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Jum'at, 9 April 2021.

Panglima TNI menjelaskan, Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh adalah putera terbaik yang pernah dimiliki TNI Angkatan Udara, sehingga sangat layak dijadikan role model bagi generasi penerus dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh adalah sosok panutan yang dapat dijadikan teladan bagi TNI, khususnya TNI AU,” ujarnya.

Menurut Panglima TNI ditengah berbagai keterbatasan di masa revolusi fisik, Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh mampu menjadi seorang dokter dan menjadi pelopor berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI) serta memiliki karier militer yang cemerlang.

“Monumen yang baru saja diresmikan ini, dapat menjadi simbol dari semangat agar tidak melupakan sejarah karena masa lalu adalah cerminan hari ini dan akan membentuk masa depan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di lingkungan TNI itu juga mengutip pidato Bung Karno yang sangat mengemuka pada tahu 1996, "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah". Menurut Panglima, pesan Presiden pertama Republik Indonesia harus selalu menjadi pijakan bagi seluruh prajurit TNI untuk diwariskan kepada para generasi penerus di masa mendatang agar tidak mudah melupakan sejarah.

Lebih jauh lagi, Panglima TNI berharap dengan keberadaan Monumen Marsda Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh dapat memberikan banyak manfaat dan menjadi pengingat akan jasa-jasanya kepada bangsa dan negara.

“Hal ini sekaligus menjadi manifestasi dari komitmen TNI dan generasi muda agar tidak pernah meninggalkan sejarah,” katanya.

Turut hadir dalam peresmian monumen itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, dan sejumlah Perwira Tinggi TNI Angkatan Udara, serta staf Panglima TNI.

Baca: Kapal Tanker Tenggelam Dihantam Rudal C-705 TNI AL di Perairan Natuna