Peringkat Maskapai Merosot di Daftar 2.000 Perusahaan Terbesar Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi COVID-19 telah memukul sektor penerbangan. Hal tersebut membuat peringkat maskapai merosot dalam daftar Forbes Global 2000, yang berisi 2.000 perusahaan terbesar di dunia.

Peringkat maskapai turun karena bergulat dengan rugi dan pemutusan hubungan kerja. Dalam daftar Forbes Global 2000, Delta Air Lines, maskapai komersial teratas dalam daftar Forbes Global 2000 turun 452 peringkat menjadi 715.

United Airlines turun 254 peringkat ke posisi 779. Sementara American Airlines merosot 132 peringkat ke posisi 835. Hal ini juga diikuti Southwest yang turun 375 peringkat ke posisi 857.

Adapun pemeringkatan Forbes Global 2000 didasarkan pada skor gabungan dari ukuran pendapatan, laba, aset dan nilai pasar. Demikian dilansir dari Forbes, Sabtu (22/5/2021).

Delta mengalami kerugian USD 13 miliar hingga periode 16 April 2021 dibandingkan 2020 yang untung USD 3,5 miliar. American Airlines, United dan Soutwest membukukan kerugian masing-masing USD 8,9 miliar, USD 7 miliar dan USD 3 miliar.

Sementara itu, untuk perusahaan kedirgantaraan, efek pandemi COVID-19 tidak terlalu dramatis. Produsen pesawat jet tempur dan sistem pertahanan keaman Lockheed Martin masih menjadi perusahaan kedirgantaraan terbesar di dunia.

Peringkat Lockheed Martin naik 11 peringkat ke posisi 145 dalam peringkat Forbes Global 2000 edisi 2021. Perusahaan mencatat penjualan USD 65 miliar dan laba bersih USD 6,8 miliar dalam 12 bulan. Kinerja perseroan sama dengan tahun sebelumnya. Saham Lockheed naik 3,7 persen.

Raksasa kedirgantaraan General Dynamics dan Northrup Grumman, dua pesaing dekat Lockheed, berada di urutan berikutnya dengan peringkat masing-msaing 213 dan 225.

Maskapai Bakal Pulih Perlahan

Ilustrasi penumpang pesawat (Dok.Unsplash)
Ilustrasi penumpang pesawat (Dok.Unsplash)

Analis dari Deloitte memperkirakan sektor maskapai akan pulih perlahan pada 2021. Sementara itu, industri pertahanan akan tetal stabil. Hal ini lantaran meski terjadi pandemi COVID-19, sebagian besar negara telah mempertahankan anggaran pertahanannya. "Masih berkomitmen untuk mempertahankan kemampuan militer mereka," ujar analis.

Sedangkan maskapai melihat ada pemulihan meski lambat. "Kami yakin yang terburuk sekarang akhirnya telah berlalu," ujar CEO Southwest Gary Kelly kepada analis pada April 2021.

Hal ini setelah perseroan peroleh keuntungan USD 116 juta pada kuartal I-2021. "Saya lega. Saya optimis. Saya sangat antusias. Saya bersyukur," ujar dia.

Saham pun kembali menguat. Saham American naik 33 persen sepanjang 2021. Saham Soutwest menguat 28 persen, saham United naik 20 persen dan saham Delta menanjak 10 persen.Hingga kini, pergerakan pasar saham mengikuti perekonomian.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel