Perintah baru CEO Boeing pikirkan lagi proyek jet utama

Oleh Tim Hepher dan Tracy Rucinski

LONDON/CHICAGO (Reuters) - Kepala eksekutif baru Boeing Co telah mengirimkan raksasa kedirgantaraan itu mengayunkan lagi langkah dengan proposal membuat pesawat pasar menengah baru, yang secara efektif mengesampingkan rencana mereka saat ini senilai 15-20 miliar dolar AS yang tersita oleh krisis 737 MAX.

Keputusan apakah akan meluncurkan New Midsize Airplane (NMA) yang dapat menampung 220-270 penumpang, yang tampaknya sudah hampir pasti setahun lewat, telah ditunda karena Boeing memberikan semua perhatiannya kepada grounded pesawat lebih kecil 737 MAX setelah dua kecelakaan fatal.

Tetapi beberapa hari setelah mengambil alih mandat kepemimpinan untuk mengangkat Boeing dari krisis reputasi selama 10 bulan, Kepala Eksekutif Dave Calhoun mengatakan medan main kompetitif sudah berubah.

"Sejak kertas kosong pertama dibawa ke sana, segalanya telah agak berubah ... sektor main kompetitif sedikit berbeda," kata dia kepada wartawan dalam panggilan konferensi Rabu.

"Kami akan mulai dengan selembar kertas kosong lagi; Saya menantikan hal itu," kata Calhoun.

Dia juga membicarakan pendekatan baru ke pasar.

Juru bicara Boeing mengatakan Calhoun telah memerintahkan penelitian baru mengenai jenis pesawat apa yang dibutuhkan. Pesawat baru biasanya membutuhkan waktu 6-7 tahun atau lebih untuk bisa masuk pasar begitu keputusan dibuat, meskipun Boeing ingin mempersingkatnya sebagian melalui teknologi digital dan model bisnis baru yang dirancang di seputar NMA.

Calhoun "telah meminta tim untuk melakukan penilaian pasar di masa depan dan jenis pesawat apa yang dibutuhkan guna memenuhi pasar di masa depan," kata juru bicara Gordon Johndroe.

Menegaskan bahwa penilaian awal NMA dibuat sekitar dua setengah tahun silam, dia mengatakan studi baru akan "membangun apa yang sudah dipelajari ... dalam desain dan produksi."

Sebagai bukti lebih lanjut dari perubahan dalam kecepatan, orang-orang yang mengetahui masalah ini mengatakan pertemuan antara Boeing dan pemasok potensial utama, yang semula dijadwalkan untuk minggu depan, tiba-tiba dibatalkan tanpa kepastian tanggal baru.

Dengan menunda keputusan menyangkut NMA, Boeing berisiko kehilangan bagian paling manis dari pasar, terutama setelah Airbus menjalin kontrak dengan dua maskapai utama AS, kata para analis.

Para analis juga mempertanyakan apakah Boeing yang menghadapi beban yang setara dengan program baru untuk memperbaiki krisis MAX, serta terlambatnya jet baru mereka yang besar 777X yang penerbangan perdananya ditetapkan Kamis, saat ini masih mampu menjalankan proyek mahal semacam itu.

(Laporan Tracy Rucinski di Chicago dan Tim Hepher di London; Disunting oleh Matthew Lewis)