Perintah Bos Nih, Jangan Ada Pembalap Ducati Lain Ganggu Pecco Bagnaia: Demi Titel Juara Dunia MotoGP 2022

Bola.com, Jakarta - Total 75 poin pada tiga balapan terakhir alias sapu bersih kemenangan melambungkan kembali asa Pecco Bagnaia untuk menjadi juara dunia MotoGP 2022.

Kini Pecco Bagnaia menempati posisi tiga klasemen dan berselisih 44 poin dari pimpinan klasemen sementara, Fabio Quartararo.

Fakta di atas membuat General Manager Ducati Corse Luigi Dall'Igna bakal mengerahkan semua upaya untuk memudahkan jalan Pecco Bagnaia, termasuk strategi team orders.

Bahkan Dall'Igna turut memperingatkan untuk semua pembalap Ducati lainnya jangan sampai menganggu Pecco Bagnaia.

Komentar Dall'Igna

"Seperti sudah saya katakan, Pecco tidak boleh diganggu," tegas Dall'Igna mengutip situs Motorsport.com.

"Jika seorang pembalap Ducati mengganggunya karena alasan yang tidak jelas, itu tindakan yang sangat bodoh," tambahnya.

Banyak Pembalap Ducati Kencang

Luca Marini bersama bos Ducati, Gigi Dall'Igna pada sesi tes shakedown MotoGP Qatar, Jumat (05/03/2021). (Twitter/SKY Racing VR46)
Luca Marini bersama bos Ducati, Gigi Dall'Igna pada sesi tes shakedown MotoGP Qatar, Jumat (05/03/2021). (Twitter/SKY Racing VR46)

Komentar Dall'Igna bisa menguntungkan Pecco Bagnaia. Karena begitu banyak pembalap pengendara Ducati Desmosedici yang sangat kencang.

Bukan cuma pembalap pabrikan Ducati, Jack Miller, nama-nama rider satelit seperti Enea Bastianini, Johann Zarco sampai Jorge Martin bisa menyulitkan Quartararo mengejar Bagnaia.

Jangan Sampai Kehilangan Gelar Lagi

Membalap sebagai pole position, Francesco 'Pecco' Bagnaia mampu mencatatkan waktu 40 menit 25,205 detik di MotoGP Belanda, Minggu (26/6/2022). (AP/Peter Dejong)
Membalap sebagai pole position, Francesco 'Pecco' Bagnaia mampu mencatatkan waktu 40 menit 25,205 detik di MotoGP Belanda, Minggu (26/6/2022). (AP/Peter Dejong)

Dall'Igna turut mengatakan jangan sampai Ducati kehilangan gelar lagi meski punya motor super kompetitif.

"Semua sumber daya teknis di Ducati akan bekerja keras untuk Pecco," tegas Dall'Igna sekali lagi.

"Bila kehilangan gelar pembalap di MotoGP lagi meski Ducati terbukti memiliki motor superior, itu akan menjadi sebuah kesalahan besar," tambahnya.

Sumber: Motorsport