Perintah Jenderal Dudung untuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Bayu Nugraha, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVAPangdam Jaya Jayakarta (Pangdam Jaya), Mayjen TNI Dudung Abdurachman Dudung meminta Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) serius menjalankan tugas sebagai tracer COVID-19.

"Kita sedang melaksanakan operasi, kalau dulu kita operasi dalam menghadapi musuh dan sebagainya, sekarang ini operasi yang tidak kalah penting, justru korban sekarang sudah banyak," ujar dia di Markas Kodam Jaya, dikutip Sabtu, 13 Februari 2021.

Apalagi, kata dia, saat ini penularan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya masih cukup tinggi. Pun jumlah korban yang berjatuhan akibat virus jenis baru tersebut masih tinggi juga.

"Masyarakat membutuhkan uluran tangan kita. Itu yang saya katakan Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Seperti misi saya saat menjadi Pangdam Jaya Jayakarta, TNI harus hadir saat rakyat tengah mengalami kesulitan," katanya.

Kata Dudung, dalam menjalankan tugas sebagai tracer COVID-19, Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus turun ke tingkat RT dan RW mendeteksi bila ditemukan penularan COVID-19. Apabila menemukan warga yang terpapar, maka mereka melapor pada Satgas COVID-19 setempat agar ditentukan langkah terhadap pasien tersebut apakah dirujuk ke rumah sakit, Wisma Atlet, atau hanya isolasi mandiri. Dudung minta antara Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus bekerja sejalan. Mereka diminta tidak boleh menentukan jalan masing-masing.

"Dari tingkat RT yang terpapar dia harus diketahui dan kemudian siapa yang kontak erat dengan yang terpapar, dan selanjutnya setelah para tracer ini melakukan tracing kemudian melakukan testing, kemudian treatment. Tugas yang dilakukan polisi dan tugas yang dilakukan TNI sama saja, hanya pembagian wilayahnya saja mungkin, karena luasnya wilayah," kata dia.

Baca juga: Instruksi Panglima TNI soal Protokol Kesehatan di 210 RT di Jawa Timur