Perintah Jokowi ke KNKT Terkait Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Dusep Malik, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Jokowi memerintahkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan penyelidikan terkait musibah hilangnya kontak Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021.

“Saya perintahkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan penyelidikan terkait musibah ini,” kata Jokowi pada Minggu, 10 Januari 2021.

Selain itu, Jokowi juga telah memerintahkan pihak-pihak terkait untuk segera melakukan operasi pencarian. Kemarin, kata dia, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Basarnas sudah diperintah untuk mencari korban secara maksimal.

"Kemarin sore telah saya perintahkan kepada Menteri Perhubungan dan Kepala Basarnas (BNPP) yang dibantu oleh TNI dan Polri untuk segera melakukan operasi pencarian dan pertolongan yang secepat-cepatnya kepada para korban," ujarnya.

Sebagai Kepala Negara, Jokowi akan terus memantau perkembangan pencarian korban penumpang Pesawat Sriwijaya SJ 182. Kemudian, Jokowi menyampaikan doa dan simpati untuk para keluarga, kerabat, dan awak penerbangan.

"Doa dan simpati saya bersama segenap keluarga dan kerabat penumpang dan awak pesawat, semoga diberi-Nya kesabaran dan kekuatan. Saya atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, menyampaikan dukacita yang mendalam atas terjadinya musibah ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Pesawat Sriwijaya Air dikabarkan lost contact pada Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat dengan call sign SJ 182 itu terbang dari Jakarta menuju Pontianak. Pesawat itu dilaporkan hilang kontak Sabtu siang dan bertipe B737-500.

Pantauan Flightradar, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 itu dijadwalkan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 13.40 WIB, namun delay hingga akhirnya berangkat pukul 14.36 WIB.

Semestinya pesawat mendarat di Pontianak pukul 15.15 WIB. Namun statusnya kini unknown.

Kemudian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu jatuh. Pesawat dengan nomor penerbangan SJ 182 membawa 50 penumpang dan 12 kru pesawat.

"Total penumpang 50 orang yang terdiri dari 40 orang dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi ditambah 12 kru," kata Menhub Budi saat konferensi pers secara virtual di Jakarta, Sabtu malam, 9 Januari 2021.

Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan memohon doa restu dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dan penyelamatan berjalan dengan lancar. Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan agar pencarian dilakukan maksimal dibawah koordinasi Basarnas .

"Mohon doa restu dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dan penyelamatan berjalan dengan lancar. Hotline dari Sriwijaya Air untuk informasi penumpang pada 021-80637817," ujarnya.