Peristiwa Menegangkan akan Terjadi Akhir Pekan Ini

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Akhir pekan ini, asteroid 2020 OL4 akan mendekati Bumi pada jarak tujuh juta kilometer. Jarak ini terbilang cukup besar, tapi menurut astronomer itu hanya selebar rambut.

Dilansir dari situs Express, Jumat, 7 Agustus 2020, menurut Badan Penerbangan dan Antariksa atau NASA, batu luar angkasa itu memiliki panjang 37 meter, satu setengah kali lebih besar dari paus biru yang berukuran 24 meter, makhluk hidup terbesar di Bumi.

2020 OL4 memiliki kecepatan 10,8 kilometer per detik. Kecepatan itu membuatnya bisa mengelilingi Bumi hanya dalam waktu satu jam. Jarak terdekatnya dengan Bumi terjadi pada pukul 4:28 PM ET atau Minggu 03:28 WIB.

Asteroid ini masuk dalam kategori objek dekat Bumi (NEO). "NEO adalah komet dan asteroid yang telah didorong oleh gaya tarik gravitasi planet terdekat menjadi orbit, yang memungkinkan mereka memasuki lingkungan Bumi," ungkap NASA.

Mereka juga menjelaskan, minat ilmiah pada komet dan asteroid sebagian besar disebabkan oleh asal mula kedua benda luar angkasa ini berasal dari sisa puing-puing hasil dari pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun silam.

Menurut The Planetary Society, ada satu miliar asteroid yang memiliki diameter lebih dari satu meter. Objek yang bisa menyebabkan kerusakan signifikan berukuran lebih dari 30 meter. Setiap tahunnya, ada 30 asteroid kecil yang menabrak Bumi, namun tidak menyebabkan kerusakan besar di daratan.

Selama bertahun-tahun ilmuwan juga sudah melakukan pengamatan untuk menyelamatkan Bumi dari ancaman asteroid. Misalnya saja, seperti meledakkan asteroid sebelum mencapai Bumi, atau membelokkan batu dari jalur Bumi dengan menabraknya menggunakan pesawat ruang angkasa.

Sejauh ini misi untuk menyelamatkan Bumi yang sedang dalam proses pembangunan adalah Double Asteroid Redirection Test (DART). Targetnya adalah Asteroid Didymos yang berada di dekat Bumi, karena ukurannya bisa menimbulkan ancaman yang signifikan.

Misi ini rencananya akan dirilis pada 2021, menargetkan badan Asteroid Didymos yang ukurannya lebih kecil. Sementara itu, misi lainnya yang dibangun European Space Agency (ESA), Hera, akan dirilis pada 2024 dan tiba di Didymos pada 2027, bertugas mengukur dampak dari tabrakan DART.