Peristiwa Sedih Prajurit TNI di Hadapan Kapal Perang Karang Tekok 982

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Setelah 15 tahun memperkuat armada tempur militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhir Kapal Perang KRI Karang Tekok 982 tutup layar untuk selamanya.

KRI Karang Tekok 982 resmi pensiun dari jajaran kapal perang TNI Angkatan Laut, Jumat 16 April 2021.

Berdasarkan siaran resmi TNI Angkatan Laut dilansir VIVA Militer, penghentian KRI Karang Tekok 982 dari dinas aktif dilaksanakan melalui upacara pelepasan yang dilangsungkan di Dermaga tengah, Markas Komando Koaramada II, Ujung, Surabaya, Jawa Timur.

Upacara pelepasan KRI Karang Tekok 982 dipimpin langsung oleh Panglima Koarmada II, Laksda TNI ING Sudihartawan didampingi Inspektorat Koarmada II, Kapok Sahli serta Danguspurla Koarmada II

"KRI Karang Tekok-982 yang menjadi salah satu unsur satuan kapal bantu Koarmada II, hari ini telah sampai pada batas akhir pengabdiannya. Berkaitan hal tersebut, maka kita melaksanakan upacara militer sebagai penghormatan terakhir terhadap pengabdian yang telah diberikan oleh KRI ini," kata Laksda Sudihartawan.

Menurut Laksda Sudihartawan, semua prestasi yang telah dicapai KRI Karang Tekok-982 hanya dapat dicapai melalui kerja keras, dedikasi, loyalitas serta tanggung jawab serta profesionalisme seluruh ABK. Kinerja ABK KRI tersebut, merupakan hasil pembinaan yang panjang sejak kapal ini pertama kali masuk jajaran TNI AL hingga saat ini.

Walau hanya sebuah kapal, tapi kepergian KRI Karang Tekok 982 cukup membuat prajurit TNI yang pernah bertugas bersamanya bersedih. Upacara pelepasan kapal itu terasa mengharukan.

"Kepada seluruh mantan komandan, prajurit yang saat ini masih bertugas di KRI tersebut, atas nama pemimpin TNI AL dan seluruh jajaran, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya," ujar Laksda Sudihartawan.

Karang Tekok diambil dari sebuah nama daerah provinsi Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Banyuwangi yang merupakan tempat basis marinir dalam membentuk insan prajurit yang tangguh, tanggap, tanggon dan trengginas dalam melaksanakan tugas untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI.

KRI KTK-982 dibuat digalangan Kapal Laurzen Jerman pada tahun 1998. Pada tahun 2005 diserahkan operasionalnya dari PT. ASDP kepada TNI AL dan diresmikan pada tanggal 18 Oktober 2006 oleh Panglima TNI dan statusnya resmi menjadi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di mana pembinaanya dibawah jajaran Satuan Kapal Bantu (SATBAN) Komando Armada RI Kawasan Timur.

Baca: Terungkap Cara TNI Isi Bensin Pesawat Tempur Tanpa Matikan Mesin