Perjalanan 6 Tahun Joyce Gaspersz Bersama Grab untuk Hadirkan Solusi Relevan Bagi Indonesia

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Perjalanan Grab di sejumlah negara di dunia sembilan tahun terakhir berfokus untuk terus memberikan keseharian yang lebih baik bagi masyarakat. Di Indonesia, Grab terus beradaptasi dengan keinginan konsumennya, menggunakan pendekatan hyperlocal.

Ya, Grab hadir di Indonesia tepatnya pada Juni 2014. Di tahun tersebut, Grab mulai memperkenalkan layanan transportasi online, yaitu GrabCar dan GrabBike. Seiring berjalannya waktu, Grab terus berkembang dengan sejumlah inovasi untuk konsumennya dan kini telah menjadi superapp terdepan di Asia Tenggara.

Ketika Grab tengah berupaya mencari peluang untuk mengembangkan bisnisnya, pada 2015 Joyce Petra Gaspersz bergabung dengan Grab. Joyce yang punya pengalaman selama 12 tahun sebagai Business Director di sebuah perusahaan telekomunikasi memahami betul, bagaimana cara membangun posisi pasar dalam sebuah bisnis.

Kemampuan Joyce mencari, mengembangkan, mendefinisikan, menegosiasikan, dan menjaga hubungan bisnis itu ternyata dilihat sebagai value oleh Grab. Di tahun tersebut, Joyce pun ditempatkan sebagai Business Development Manager dan kemudian menjabat sebagai Head of Grab for Business selama dua tahun.

Hingga hari ini, Joyce dipercaya untuk duduk di posisi penting, yaitu sebagai Senior Product Operations Management Leader, Grab. Ya, Joyce adalah salah satu perempuan yang bergabung di Grab sejak perusahaan ini masuk ke Indonesia dan bertahan hingga detik ini dan kini dipercaya mengelola strategi operasional product untuk Grab di berbagai negara.

Joyce mengatakan bahwa saat itu dia melihat bahwa Grab adalah salah satu perusahaan yang memberikan layanan dengan dampak positif langsung ke masyarakat di Indonesia.

"Dengan fokus ke ride hailing pada tahun 2015, konsep tersebut membuka banyak lapangan pekerjaan untuk ribuan masyarakat untuk mitra pengemudi," kata Joyce dalam sesi wawancara eksklusifnya dengan media via Zoom pada Selasa (27/4).

Seiring berjalannya waktu, Grab pun bertransformasi menjadi SuperApp hingga muncul fitur baru yaitu GrabFood, GrabHealth, GrabMart, dan masih banyak lagi. Lalu Grab meluncurkan aplikasi GrabMerchant untuk membantu digitalisasi bisnis kecil dan UMKM.

"Layanan seperti itu yang membuat saya termotivasi untuk bekerja. Motivasi itu yang membuat saya tetap stay pada perusahaan. Dan saya cukup bangga menjadi bagian dari Grab yang bertransformasi dari ride hailing menjadi SuperApp yang sejalan dengan personal value saya, yang memang ingin bekerja sambil membuat dampak positif buat masyarakat," ujar Joyce.

Gunakan Pendekatan Hyperlocal Hadirkan Layanan Relevan

Selama bergabung dengan Grab, salah satu tugas Joyce dan timnya yang penting adalah mencari insight dari masyarakat Indonesia. Dari insight tersebut, Joyce dan tim bekerja sama untuk membantu menerapkan insight tersebut di setiap masa uji coba layanan dan produk.

Ya, hal yang dilakukan Joyce jelas bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia. Maka dari itu, bagi Joyce sangat penting untuk mengenal secara mendalam apa saja yang jadi kebutuhan para konsumennya. Itulah tantangan Joyce selama bekerja di Grab Indonesia.

"Tantangannya gimana caranya Grab dekat dengan pengguna dan bisa memahami betul dan mengetahui juga, tantangan yang dihadapi mereka itu seperti apa," katanya.

Untuk menjawab tantangan itu, Joyce dan timnya pun menerapkan strategi bisnis dengan pendekatan hyperlocal. Di sinilah Joyce dan timnya mulai melakukan berbagai riset tentang kebutuhan masyarakat di Indonesia yang beragam.

Insight dikembangkan untuk memberikan layanan yang maksimal dan relevan bagi masyarakat Indonesia.
Insight dikembangkan untuk memberikan layanan yang maksimal dan relevan bagi masyarakat Indonesia.

"Kami ingin mendengarkan langsung dari para pengguna apa yang menjadi kebutuhan mereka sehari-hari, apa yang jadi tantangan menjalankan kesehariannya. Kami ingin mendengarkan secara mendalam dari mereka. Insight yang kami dapat dari riset, interview, dan data-data disampaikan ke tim, supaya menjamin bahwa produk yang akan dibuat atau diperbarui benar-benar dapat membantu para pengguna," jelas Joyce.

Perempuan lulusan Fakultas Teknik, Universitas Katolik Atmajaya ini menjelaskan, salah satu produk yang berhasil dikembangkan dan relevan dengan Indonesia adalah terkait aturan ganjil genap di Jakarta.

Ya, pada 2016 Grab meluncurkan algoritma khusus yang mendukung kebijakan Pemerintah terkait plat mobil ganjil genap di Jakarta. Aturan tersebut, kata Joyce memengaruhi experience mitra dan pengguna.

"Namun dengan teknologi AI, Grab mempunyai fitur untuk mem-filter secara realtime plat nomor dari mitra pengemudi, supaya mitra pengemudi yang dialokasikan sesuai dengan jam tertentu di area itu. Dengan demikian hal ini bisa memberikan user experience yang lebih baik ke konsumen atau mitra pengemudi, karena waktu penjemputan jadi lebih cepat. Mitra pengemudi juga nggak perlu putar rute terlalu jauh karena terhambat dengan rute ganjil genap. Alhasil dengan fitur ini, kami bisa meningkatkan produktivitas dari para mitra pengemudi dan konsumen kami," jelas Joyce.

Rahasia Joyce Berkarier di Grab

Selama enam tahun bergabung dengan Grab Indonesia, Joyce mengaku bangga bisa bergabung dengan perusahaan startup yang kini menyandang status sebagai decacorn pertama di Asia Tenggara.

Selama menjalankan tugasnya di Grab, Joyce selalu berpegang pada dua hal. Adalah Komunikasi dan kolaborasi antar tim untuk mencapai tujuan.

Baginya, dua hal itu sangat penting untuk diterapkan agar semua pekerjaan dan rencananya dapat tercapai maksimal. Baginya sebagai pemimpin, dia wajib menyampaikan apa yang menjadi tujuan.

Sebagai leader juga, Joyce harus mendengarkan timnya mengenai semua hal yang berkaitan dengan kendala dalam bekerja, untuk kemudian dicari solusinya bersama.

Nggak hanya itu saja, dalam bekerja Joyce juga memegang prinsip bahwa setiap hal yang dilakukannya harus bermanfaat untuk banyak orang.

"Pegangan hidup saya adalah memberikan manfaat bagi orang lain. Menurut saya hal itu bikin merasa lebih puas dan fulfilling. Itu juga sejalan dengan perjalanan karier saya karena pada saat memilih pekerjaan perusahaan memiliki nilai yang sama," katanya.

"Kerja itu biasanya akan menghabiskan banyak waktu dihidup kita. Nah kalau apa yang kita kerjakan nggak sesuai atau seiring dengan nilai kita, pasti akan menantang," katanya.

Role Model Woman Leader

Lag-lagi Joyce menegaskan bahwa dia bangga bisa menjadi bagian dari Grab Indonesia. Apalagi dia tahu bahwa perusahaan yang dinaunginya didirikan oleh seorang perempuan, Hooi Ling Tan.

"Beliau adalah role model saya karena dia sangat konsisten untuk mengejar impiannya."

Joyce bercerita bahwa Hooi Ling Tan punya impian yaitu menghadirkan transportasi yang aman dan nyaman untuk para perempuan. Ya, usaha Hooi Ling Tan nggak sia-sia karena my Taxi berubah menjadi Grab.

Selain itu, role model Joyce adalah Neneng Gunadi selaku Country Managing Director Grab Indonesia. Menurutnya, Neneng adalah sosok pekerja kerja.

"Sebagai sosok perempuan, beliau menunjukkan bahwa siapa saja mampu berkarier dan menjadi hal yang membanggakan," jelasnya.

Dari merekalah Joyce banyak belajar tentang leadership. Nah buat para perempuan yang ingin sukses seperti Joyce, yakinlah pasti bisa.

Joyce pun mengatakan bahwa kita sebagai perempuan harus mempunyai value dalam bekerja dan bermanfaat untuk orang lain.

(*)