Perjalanan Edy Oglek, Dari Panggung Teater sampai Aktor Terbaik

·Bacaan 1 menit

VIVA – Industri Tanah Air berduka. Salah satu bintangnyam Edy Suwandi atau yang dikenal dengan nama Edy Oglek meninggal dunia. Almarhum meninggal di usia ke-54 tahun. Edy merupakan salah satu aktor dan pelawak yang sudah berakting di puluhan Sinetron.

Sebelum terjun ke layar kaca, Edy Oglek mengawali kariernya sebagai seniman lenong dan pemain tetaer. Adalah Teater Cagar Budaya pimpinan Narno Sunarno yang menjadi labuhan pertamanya sejak 1984.

Ia mulai berpindah dari teater satu dan yang lainnya. Guna memperdalam ilmu di industri hiburan, Edy sempat mengambil kursus untuk menjadi pembawa acara dan penyiar radio.

Ia pertama kali muncul di Sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Lalu ia kembali berperan di banyak judul, antara lain Panji Manusia Milenium, Jinny oh Jinny, Samson Betawi, Si Yoyo dan banyak lainnya. Ia juga pernah berakting di Tukang Bubur Naik Haji The Series.

Di layar lebar, namanya tercatat di beberapa judul film, dua diantaranya Petualangan 100 Jam dan Republik Twitter. Berkat kecemerlangan aktingnya, Edy Oglek pernah meraih beberapa penghargaan. Pertama, pada 1997 ia berhasil menyabet Aktor Komedi Terbaik di ajang Festival Sinetron Indonesia.

Lalu pada 2004 Edy Oglek meraih Aktor Pembantu Terpuji di Festival Film Bandung. Tiga tahun kemudian, ia menjadi Aktor Pembantu Terbaik di Festival Teater Jakarta.

Sampai saat ini belum ada keterangan penyebab meninggalnya Edy Oglek. Adalah aktris Nova Soraya yang pertama kali mengunggah kabar duka tersebut ke akun Instagramnya.

"Duuuuuun kenapa tinggalin gue. Innallilahiwainnailaihirajiuun. Maapin salah2 gue selama ini ya dun,semoga lo tenang di sisi Allah SWT. Aaaamiiin," tulis Nova.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel