Perjalanan Greysia Polii, Pernah Didiskualifikasi dan Nyaris Pensiun

·Bacaan 2 menit

VIVAGreysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil merebut medali emas perdana bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 dari cabang olahraga bulutangkis nomor ganda putri. Greysia/Apriyani menaklukkan pasangan China, Chen Qingchen/Jia Yifan.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Mushashino Forest Sports Plaza, Senin 2 Agustus 2021, Greysia/Apriyani sukses menumbangkan Chen/Jia dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-15.

Padahal, sembilan tahun lalu atau tepatnya pada Olimpiade London 2012, Greysia harus didiskualifikasi. Namun, sekarang kondisinya berbalik karena Greysia bersama Apriyani sukses meraih podium tertinggi di ajang yang sama.

Pada Olimpiade London 2012, Greysia memiliki catatan yang cukup kelam. Bersama pasangannya di nomor ganda putri, Meiliana Jauhari, dia dilarang meneruskan kiprahnya di Olimpiade London.

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menjatuhkan hukuman diskualifikasi kepada Greysia/Meiliana dan tiga ganda putri lainnya, yakni Jung Kyung-eun/Kim Ha-na, Ha Hung-eun/Kim Min-jung (Korea Selatan), dan Xialo/Yu Yang (China) dengan vonis pelanggaran disiplin.

Keempat pasangan itu dianggap melanggar 'Code of Conduct' pemain di bawah BWF pada pasal 4.5 dan 4.6 yang berisikan "Tidak berusaha sebaik mungkin untuk memenangi pertandingan" dan "Dengan sengaja dan jelas melecehkan dan merugikan olahraga".

Kemudian, Greysia kembali berkancah di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Namun, laju keduanya terhenti di perempatfinal.

Selepas Olimpiade Rio, Greysia sempat berpikir untuk gantung raket. Alasannya, Nitya Maheswari memilih gantung sepatu gara-gara cedera serius.

Untungnya, Greysia punya pelatih, Eng Hian dan keluarga yang begitu perhatian kepada dirinya. Dia diminta untuk terus melanjutkan kariernya.

Pertemuannya dengan pebulutangkis berusia 19 tahun, Apriyani Rahayu pada 2017, makin membuatnya mantap untuk tetap eksis di dunia bulutangkis.

Kini atau tepatnya 2 Agustus 2021, Greysia Polii bersama pasangan barunya, Apriyani Rahayu akhirnya berhasil mencetak sejarah bagi Indonesia sebagai ganda putri pertama yang mendulang medali emas Olimpiade.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel