Perjalanan Hidup Megawati Dibukukan

Jakarta (ANTARA) - Perjalanan dan pengalaman hidup Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri dibukukan dengan judul "Megawati Anak Sang Putra Fajar".

"Pengalaman ibu Megawati ini mampu menjadi cermin bagi setiap pemimpin maupun calon pemimpin bangsa Indonesia untuk menghadapi situasi rentan dan situasi ketidakpastian negara, sehingga dibuat buku Megawati Anak Putra Sang Fajar," kata Ketua Yayasan Kusuma Pertiwi Wiryanti Sukamdani yang memprakarsai penulisan dan penerbitan buku itu di Jakarta, Kamis malam.

Dalam jumpa pers peluncuran buku itu, Yanti, sapaan Wiryanti, mengatakan, isi buku "Megawati Anak Sang Putra Fajar" tidak berpretensi menjadi sebuah buku sejarah atau otobiografi.

"Ibu Megawati tidak hanya anak biologis Bung Karno tapi juga sekaligus anak ideologis. Terlebih, di tengah kegamangan idelogis dan krisis kepemimpinan yang kering ideologi. Diharapkan buku ini bisa dibaca dan menjadi referensi," katanya.

Menurut Yanti, buku yang berisi 50 narasumber tentang ketokohan Megawati merupakan sebuah cermin bagi pembacanya dalam melihat perjalanan hidup serta perjuangan seorang pemimpin seperti Megawati dengan perspektif yang lebih utuh, luas, dan mendalam.

"Integritas, ketegasan, kekokohan dan konsistensi Megawati niscaya menjadi contoh yang positif tentang keharusan seorang pemimpin menyikapi kondisi bangsa," kata Yanti.

Sikap Megawati menjadi penting mengingat kondisi negara yang kian menjauh dari semangat empat pilar kebangsaan.

"Pengalaman dan pemikiran Ibu Mega dapat dijadikan pelajaran untuk merespons situasi kebangsaan dan kenegaraan kita, khususnya bagi kaum perempuan," tuturnya.

Yanti mengaku awalnya penulisan itu disebabkan pertanyaan yang muncul di benaknya tentang kharisma dan aura Soekarno dalam diri Megawati.

"Saya juga ingin mengetahui sejauh mana pemikitan Soekarno hadir dalam pergulatan hidup Megawati," kata Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak ini.

Buku itu juga berisi semacam "human story" tentang pribadi dan hidup Megawati, karena banyak yang ingin mengatahuinya.

Gagasan Yanti itupun ditindaklanjuti dengan tim penulis yang dikoordinasikan oleh wartawan senior Harian Kompas August Parengkuan, yang juga menjadi penyunting.

Isi buku itu membeberkan kisah hidup Megawati termasuk saat dirinya terjun ke dalam politik, kepemimpinan Megawati di mata sahabatnya, soal alasan Megawati sering diam termasuk ketika menghadapi SBY, hubungannya dengan Soekarno, hingga intisari pemikirannya.

Buku yang dijual di Gramedia dengan harga Rp145 ribu/buku itu berisi pandangan sejumlah pejabat, politisi, birokrat, hingga wartawan, soal Megawati.

Wiryanti juga membantah bahwa buku ini bagian dari kampanye untuk pemilu 2014.

"Ada lebih dari 50 orang dari berbagai kalangan yang menyampaikan tuturan maupun tulisannya melalui buku ini," tutur Yanti.

Wiryanti juga menyebut ada ide dari salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan Rano Karno untuk memfilmkan perjalanan hidup Megawati.

"Menurut Majalah Forbes tahun 2005 mengenai perempuan berpengaruh di dunia. Dari 200 tokoh, Megawati menempati urutan ke delapan. Bahkan di atas mantan Presiden Philipina Macapagal Arroyo," ujarnya.

Ketua DPP PDIP Andreas Pareira menambahkan, buku ini hanya ingin menunjukkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menuliskan figur Megawati agar bisa menjadi dokumentasi tertulis bagi

masyarakat.

Ia mengatakan, dirinya tak khawatir jika peluncuran buku ini dikait-kaitkan secara politis. "Apa sih hari ini yang tak dikaitkan dengan politik," kata Andreas saat ditanya apakah peluncuran buku ini

sebagai persiapan untuk menghadapi Pemilu 2014.

Yang jelas, buku ini hanya berbicara tentang sosok Megawati mulai dari nol sampai dia menjadi presiden hingga saat ini yang terus memimpin PDIP.

"Kalau pun masyarakat mengait-kaitkan dengan politik, terserah mereka merepresentasikannya," tuturnya.

Pada acara peluncuran buku, hadir sejumlah tokoh sebagai pembahasnya, antara lain, Pemred Harian Kompas Rikard Bagun, politisi senior Sabam Sirait, cendekiawan muslim Siti Musdah Mulia, dan cendikiawan muda Yudi Latif. Sementara moderator adalah mantan Dosen UI Effendi Gazali.

Sebanyak 600 undangan mendatangi peluncuran buku mengenai Megawati itu, antara lain, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Prabowo Subianto, Ketua Umum Ormas Nasional Demokrat Surya Paloh.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.