Perjalanan KRL dari Bogor tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Perjalanan kereta rel listrik (KRL) atau commuter line dari Stasiun Bogor Jawa Barat menuju ke Stasiun Tanah Abang Jakarta, mengalami perubahan jadwal, yakni tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang, guna menghindari terjadinya kerumunan masyarakat di stasiun tersebut.

"Perubahan jadwal pemberangkatan KRL dari Stasiun Bogor diberlakukan mulai hari ini, pada pukul 13:30 WIB hingga 17:30 WIB," kata Kepala Stasiun Bogor, Arkansyah, di Kota Bogor, Senin.

Menurut Arkansyah, perjalanan KRL dari Stasiun Bogor menuju ke Stasiun Tanah Abang hingga ke Stasiun Duri dan Stasiun Jatinegara, pada pukul 13:30 WIB hingga pukul 17:30 WIB, tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang, tapi berhenti di Stasiun Karet, yakni sebelum Stasiun Tanah Abung, dan di Stasiun Duri, yakni setelah Stasiun Tanah Abang.

"Perubahan jadwal ini akibat, terjadinya penumpukkan waga di Stasiun Tanah Abang yang hendak berbelanja dan setelah berbelanja ke Pasar Tanah Abang, pada Minggu, 2 Mei kemarin," katanya.

Baca juga: Jelang larangan mudik, KAI tidak tambah jumlah perjalanan kereta

Menurut Arkansyah, pengguna jasa KRL dari Stasiun Bogor agar dapat menyesuaikan dengan aturan tersebut. "Perubahan jadwal itu dibuat untuk mengantisipasi kerumunan pengguna jasa KRL di Stasiun Tanah Abang," katanya.

Menurut dia, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, pada tahun 2021, terjadi peningkatan jumlah pengguna jasa KRL yang turun di Stasiun Tanah Abang, baik dari Stasiun Bogor maupun dari Stasiun lainnya. "Saat ini kita fokus pengelola KRL untuk menekan kerumunan warga di Tanah Abang. "Nanti kita informasikan kembali jika ada perubahan," sebutnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Secretary Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba mengatakan, jadwal perjalanan KRL dari dan menuju Stasiun Tanah Abang, mulai Senin hari ini, pada 15.00 WIB hingga 19.00 WIB, tidak melayani naik dan turun pengguna jasa KRL."Perubahan jadwal ini, untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 karena adanya kepadatan aktivitas masyarakat di Tanah Abang," katanya.

Baca juga: KAI layani pemeriksaan GeNose C19 di 55 Stasiun