Perjalanan Letjen Joppye, Sang Putra Papua Pencetak Sejarah TNI AD

Radhitya Andriansyah, Rifki Arsilan

VIVA – Nama salah satu Perwira Tinggi (Pati) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Letnan Jenderal TNI Joppye Onemius Wayangkau, kini menjadi perbincangan banyak orang. Ya, pria kelahiran Papua ini baru saja mencatat sejarah dalam 74 tahhun TNI AD.

Setelah menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari sejk 2016, Joppye resmi menerima kenaikan pangkat dan jabatan baru. Pria yang lahir di Serui, Papua, 17 Juli 1962, dilantik menjadi Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad). 

Menduduki jabatan baru, pangkat Joppye juga mengalami kenaikan. Bintang tiga resmi disematkan di kedua pundaknya, di mana Joppye menjadi putra Papua pertama yang berhasil mencapai pangkat letnan jenderal.

Sebagaimana diketahui, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa, menggelar upacara serah terima jabatan Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) antara Mayjen TNI Arif Rahman digantikan dengan Joppye. Dalam kesempatan itu pula Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan promosi bintang tiga kepada Joppye.

Posisi Danpusterad sejak awal berdiri hingga 2019, selalu diduduki Perwira Tinggi (Pati) berpangkat Mayor Jenderal. Akan tetapi kali ini Kasad mengubah formasi dengan meningkatkan status kepangkatan di Pusterad. Sehingga, Badan Pelaksana Pusat yang bertanggung jawab terhadap pembinaan kemampuan teritorial di bawah Kasad langsung, kini dipimpin oleh Pati berpangkat bintang tiga.

Promosi jabatan bintang tiga yang didapatkan Joppye bukanlah hadiah cuma-cuma. Ya, Joppye sebelumnya mengabdikan diri sebagai prajurit TNI yang pernah bertugas hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Tidak hanya itu, Mantan Pangdam XVIII/Kasuari itu sempat mengalami kegagalan Mutasi Jabatan alias tidak jadi pindah tugas dari Kodam XVIII/Kasuari ke Kodam XVII/Cendrawasih. Hal itu terjadi sekitar bulan September 2019 lalu.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membatalkan keputusannya untuk memberikan jabatan baru kepada Joppyeketika itu. Padahal, sebelumnya santer dikabarkan bahwa Joppye akan menduduki jabatan itu. 

Sebab, pria berusia 57 tahun ini adalah salah satu putra daerah yang mampu menjaga stabilitas keamanan di Papua. Di bawah komandonya, TNI AD senantiasa menjaga daerag Indonesia paling timur, dari gerakan separatis semisal Organisasi Papua Merdeka maupun gerakan demonstransi besar-besaran masyarakat Papua yang beberapa waktu lalu sempat memanaskan sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat.

"Memang awalnya  ada Keputusan Panglima TNI yang menyebutkan bahwa Mayjen TNI Joppye Onemius Wayangkau mendapat jabatan baru sebagai Pangsam XVII/Cendrawasih. Namun kemudian, atas pertimbangan pimpinan TNI ada perubahan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Panglima TNI No.Kep/872.a/VIII/2019 tanggal 30 Agustus 2019, dimana Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau masih tetap menjabat Pangdam XVIII/Kasuari, artinya batal menjadi Pangdam XVII/Cendrawasih dan sebagai pejabat Pangdam XVII/Cendrawasih dipercayakan kepada Mayjen. Herman Asaribab," kata Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel Inf.Andi Gus Wulandri.

Kesabaran Joppye Wayangkau ketika batal mendapatkan posisi yang juga strategis di Provinsi Papua terbayar sudah. Tak ttanggung, Joppye diberi mandat untuk memegang tongkat komando di posisi barunya.

Berikut ini beberapa jabatan yang pernah dipegang oleh Letjen TNI Joppye Oneimus Wayangkau :

- Danyonif 401/Banteng Raiders (2000—2002)
- Danyonif 400/Raider (2002—2003)
- Dandim 0736/Batang (2004—2005)
- Danbrigif 24/Bulungan Cakti (2009—2011)
- Asops Kasdam XVII/Cenderawasih (2011—2012)
- Danrem 172/Praja Wira Yakthi (2012—2013)
- Irdam XVII/Cenderawasih (2013—2014)
- Wadanpussenif Kodiklat TNI AD (2014—2015)
- Kasdam V/Brawijaya (2015—2016)
- Pati Sahli TK III Bid Sosbud HAM Panglima TNI (2016)
- Pangdam XVIII/Kasuari (2016—2020)