Perjalanan Mendebarkan saat Pertama Kali Bertemu Calon Mertua

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Setiap kali kita melakukan perjalanan, selalu ada cerita yang berkesan. Bepergian atau mengunjungi sebuah tempat memberi kenangan tersendiri di dalam hati. Tiap orang pastinya punya pengalaman atau kisah tak terlupakan tentang sebuah perjalanan, seperti tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Trip Story: Setiap Perjalanan Selalu Memiliki Cerita berikut ini.

***

Oleh: Fuji Lindya

Perjalanan kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Karena untuk pertama kalinya aku mengambil perjalanan jauh ke luar kota dengan tujuan menemui calon mertua. Pengalaman baru bagiku. Rasanya? Jangan ditanya lagi. Sudah pasti dag dig dug. Membayangkan nanti di sana seperti apa, bagaimana, mau menerima keadaanku nggak ya? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya menemaniku sepanjang jalan ke sana.

Aku ke rumah camer ditemani saudaraku. Perjalanan ini ditempuh sekitar 3,5 jam dari rumahku. Aku dan saudaraku memilih untuk naik motor berdua. Karena masa pandemi belum berakhir, jadi aku berusaha untuk menghindari berada di antara kerumunan banyak orang. Pada momen ini berkerumun banyak orang yaitu ketika menggunakan kendaraan umum. Jadi bermotor jadi pilihan terbaik saat ini bagiku, toh jaraknya juga tidak terlalu jauh.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang melintas di pikiranku, aku pun bersiap dan kuatkan mental sebelum benar-benar sampai di tempat dan berinteraksi dengan calon mertua. Beberapa hal bisa dilakukan untuk membantu aku agar bisa tampil dan bersikap maksimal di hadapan calon mertua.

Tips Bertemu Calon Mertua

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/tomwang
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/tomwang

Aku cari aja di google tentang hal ini dan beberapa hal tersebut yang bisa dipraktekkan agar tak lagi dag dig dug ketika di hadapan calon mertua di antaranya:

1. Pastikan bepergian dengan orang yang aman.

Artinya aman secara hubungan (mahram) dan aman secara keadaan kesehatan fisik. Mengingat saat ini pandemi belum berakhir.

2. Memilih kendaraan yang tepat.

Kendaraan yang tidak berpotensi besar terpapar virus Corona. Jika terpaksa menggunakan kendaraan umum yang banyak orang berkumpul, maka harus menerapkan protokol kesehatan dengan benar.

3. Menggunakan pakaian yang sopan.

Sesuaikan pakaian yang baik yang biasa dipakai. Jangan memakai mini dress atau belahan dada rendah. Bisa juga sedikit berdandan agar terlihat menarik.

4. Membawa hadiah atau bingkisan.

Hadiah merupakan salah satu bentuk komunikasi yang paling indah. Hadiah bisa jadi pembuka menjalin komunikasi yang baik dan menunjukkan rasa peduli. Tak perlu mahal, sederhana saja tidak apa-apa dan kalau bisa yang disukai camer.

5. Cari info terlebih dahulu tentang calon mertua.

Tanyakan tentang keluarga kekasih terlebih dahulu sebelum bertemu. Bisa ditanyakan ke kekasih atau orang-orang yang mengenalnya. Apa yang disukainya, kebiasaannya dan lain-lain. Hal ini dapat mempermudah dalam mencari topik dan nyambung dalam obrolan.

6. Ajukan pertanyaan.

Sikap ini dapat menunjukkan ketertarikan terhadap keluarga kekasih. Sehingga akan lebih mudah mengenal tentang keluarga kekasih tersebut dengan baik. Tapi ingat jangan dulu membahas hal yang sensitif dan mengandung unsur SARA.

7. Jadilah pendengar yang baik.

Prinsip-prinsip pendengar yang baik bisa diterapkan dalam momen. Tidak memotong percakapan, jaga kontak mata saat dalam obrolan dan seterusnya. Hal ini dapat membantu terjadinya komunikasi yang baik. Tak jarang obrolan yang menarik pun tercipta.

#ElevateWomen