Perjuangan Brylian Aldama Puasa di Inggris, Waktu Berbuka Tak Menentu

Satria Permana

VIVA – Gelandang muda Indonesia, Brylian Aldama, harus menjalani ibadah puasa jauh dari keluarga. Brylian saat ini masih berada di Inggris, karena tengah fokus mengejar kesempatan bermain ke Eropa.

Ada alasan mengapa Brylian tak mau kembali ke Indonesia saat program Garuda Select jilid 2 selesai. Dia takut tak berlatih dengan baik saat kembali ke Indonesia.

"Di sini, ada pelatih khusus yang menempa kami. Jadi, latihannya masih teratur," kata Brylian dalam live instagram @programgarudaselect.

Selama ramadhan, Brylian berlatih dua jam sebelum berbuka. Menurutnya, itu jadwal yang ideal.

"Hitung-hitung menunggu waktu buka, atau ngabuburit," terang Brylian.

Dua tahun berpuasa di Inggris, Brylian berbagi pengalamannya. Puasa di Inggris memang lebih lama ketimbang Indonesia.

Setidaknya, dijelaskan Brylian, puasa di Inggris berlangsung lebih dari 14 jam. Pun, waktu berbukanya tak pasti.

"Waktu bukanya kadang maju dan mundur. Jadi tak pasti. Kalau soal makanan, ya masak sendiri. Kadang kami keluar, buat beli bahan makanan. Tapi, ya coach Dennis Wise juga sering bawain bahan makanan juga," ujar Brylian.

Rindu, pastinya dirasakan oleh pemuda 18 tahun tersebut. Sebab, sejak tahun lalu, Brylian tak merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarganya.

"Kini, saya punya tanggungan juga buat ke makam ibu. Maunya sih pulang. Tapi, karena pandemi virus corona COVID-19, susah juga buat pulang. Saya dengar juga, kan bandara di Indonesia ditutup," jelas Brylian.