Perjuangan Clara Bernadeth untuk Film Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti

Fimela.com, Jakarta Kini Clara Bernadeth terlibat dalam sebuah film berjudul Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti. Film ini didapuk jadi penutup Festival Film World Cinema Week 2022 yang berlangsung pada 23 Oktober lalu.

Di film Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti, Clara memerankan karakter Yasmin, perempuan Jawa putri pemilik sebuah penginapan di Solo, Jawa Tengah. Untuk memerankan karakter tersebut, Clara pun harus melakukan beberapa penyesuaian.

"Wah luar biasa sih (dialek bahasa Jawa), aku lumayan pusing banget buat dialeknya sendiri dan bahasanya sendiri karena sebenernya aku Jawa Tengah tapi di rumah emang udah nggak pernah namanya pakai bahasa Jawa lagi. Jadi pas latihan bahasa Jawa lumayan jadi tantangan sendiri buat aku," ujar Clara Bernadeth seperti yang dilansir dari Liputan6.com.

Warna Kulit

Clara Bernadeth memerankan Eva, istri Wisnu dan seorang ibu yang merasa ditinggalkan suaminya. [Foto: Adrian Putra/Fimela]
Clara Bernadeth memerankan Eva, istri Wisnu dan seorang ibu yang merasa ditinggalkan suaminya. [Foto: Adrian Putra/Fimela]

Selain itu, Clara juga harus membuat kulitnya agak lebih gelap. Perempuan cantik kelahiran 30 Agustus 1994 ini mengaku harus meluangkan waktu supaya kulitnya lebih gelap.

"Buat karaker ini jadi ada permintaan buat lebih dicokelatin kulitnya. Waktu itu sempat di-tanning pakai semprotan khusus tanning, tapi pas berjalannya syuting akhirnya harus ditambahin lagi pakai foundation. Jadi aku kayak harus disemprot tanning plus foundation satu badan buat warna cokelat kulit aku," tuturnya.

Menari

Pesona cantik Clara Bernadeth ditunjukkan dengan menari menggunakan dress batik. Dress ini memadukan potongan sabrina dan sweetheart untuk kesan feminin yang simple. (instagram/clarabernadeth)
Pesona cantik Clara Bernadeth ditunjukkan dengan menari menggunakan dress batik. Dress ini memadukan potongan sabrina dan sweetheart untuk kesan feminin yang simple. (instagram/clarabernadeth)

Tak hanya itu saja, Clara Bernadeth juga harus belajar tarian tradisional. Untuknya Clara mempunyai pengalaman soal tarian tradisional, sehingga hal tersebut tak jadi kendala.

"Untuk nari, untungnya aku punya basic tari tradisional. Jadi agak lumayan mudah buat aku menghapalkan tari tradisional," tutupnya.