Perjuangan Indonesia dalam Presidensi G20 untuk Kemudahan Akses Vaksin Covid-19

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto ada tiga isu utama dari dampak pandemi Covid-19. Selain perubahan pandemi menjadi endemi, peran G20 di sektor kesehatan dan sektor keuangan.

"Ada tiga isu yang akan didorong dalam setiap pertemuan G20 yakni perubahan pandemi jadi endemi, peran G20 di sektor kesehatan dan sektor keuangan," kata Airlangga di Jakarta, Senin (22/11).

Dikutip dari Liputan6.com, tiga isu tersebut dibahas dalam pertemuan antar negara. Menurutnya, isu kesehatan masih menjadi isu utama yang jadi pembahasan dalam setiap pertemuan.

Pada kesempatan ini, msetiap negara mengamankan diri untuk dapatkan akses vaksin bagi masyarakat. Bahkan ada negara yang melarang ekspor vaksin sebelum akselerasi vaksinasi untuk warganya terpenuhi.

TERKAIT: Cara Cepat Akses Sertifikat Vaksin COVID-19 di pedulilindungi.id

TERKAIT: Hong Kong Sahkan Kebijakan Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Anak Usia 3-17 Tahun

TERKAIT: Bersiaplah, Universitas Oxford Uji Coba Vaksin Covid-19 Melalui Hidung

Sejumlah negara melarang ekspor vaksin

ilustrasi vaksin/cottonbro/pexels
ilustrasi vaksin/cottonbro/pexels

"Geopolitik vaksin sempat terjadi, negara mementingkan kepentingan masing-masing, bahkan ada yang melarang ekspor vaksin," kata dia.

Hal ini pun sempat menimbulkan ketidakpastian dan menjadi lebih berbahaya bagi negara yang memiliki penduduk di atas 100 juta jiwa namun tidak memiliki akses terhadap vaksin. Ini sempat terjadi di India dan Amerika Serikat yang melarang vaksinnya diekspor ke luar negeri.

Apalagi Amerika Serikat baru menjual vaksinnya ke luar pada kuartal II tahun ini. Untuk itu, Indonesia akan memainkan perannya sebagai pemimpin Presidensi G20 yang memastikan setiap negara berhak atas akses vaksin.

"Makanya kalau kita tidak cepat, kita tidak bisa mendapatkan akses vaksin sampai 100 juta dosis," kata dia.

Vaksin MRA

ilustrasi vaksin/cottonbro/pexels
ilustrasi vaksin/cottonbro/pexels

Dalam hal ini Indonesia akan berupaya agar vaksin MRA juga bisa diproduksi di dalam negeri. Termasuk berupaya agar vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara bisa disuntikkan sebagai booster. Sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhannya.

"Sehingga ketergantungan dengan devisa (untuk impor vaksin) ini bisa berkurang karena sekarang dunia saling bergantung," kata dia.

Menurutnya tidak akan ada negara di dunia yang aman dari Covid-19 selama akses terhadap vaksin masih sulit bagi sebagian negara. Maka, Indonesia akan mendorong kemudahan akses vaksin dalam Presidensi G20.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel