Perjuangan Menyalakan Api Abadi Mrapen Grobogan yang Sempat Padam

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Grobogan - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, kembali menyala setelah sempat padam sejak September 2020.

"Kami secara teknis berupaya keras dari bulan Februari, Maret, April 2021 atas petunjuk dan dukungan kuat dari Bapak Gubernur dan besok pagi beliau akan mencoba menghidupkan kembali api abadi Mrapen," kata Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng Sujarwanto Dwiatmoko di Semarang, Senin.

Ia menjelaskan upaya yang dilakukan jajarannya untuk menyalakan kembali api abadi Mrapen antara lain, upaya teknis mencari jebakan gas dan pola distribusi aliran gas dan volume gas yang dapat ditemukan melalui pendugaan di bawah permukaan.

Selain juga melalui pemetaan geologi permukaan, dan pengukuran geolistrik tiga dimensi ke bawah yang bertujuan untuk meyakini sekali lagi adanya sumber reservoir atau tempat menyimpan barang-barang cadangan seperti air dan bahan bakar gas yang menjebak gas di bawah permukaan tanah.

"Akhirnya kita meyakini jebakan gas dan pola distribusi aliran gas. Dari proses itu lalu kita melakukan pemboran yang pemborannya bersifat ekplorasi," ujarnya, dikutip Antara.

Menurut dia, ada dua titik yang dilakukan pengeboran di Situs Api Abadi Mrapen dengan kedalaman masing-masing 40 meter hingga akhirnya terjadi semburan gas dan air, namun setelah ditangani, tekanan gas melemah.

Pengeboran Lebih Dalam

Pemindahan api dari sumber api abadi di Mrapen ke sebuah obor untuk kemudian dibawa marathon ke Candi Mendut. (foto: liputan6.com/edhie prayitno ige)
Pemindahan api dari sumber api abadi di Mrapen ke sebuah obor untuk kemudian dibawa marathon ke Candi Mendut. (foto: liputan6.com/edhie prayitno ige)

Kemudian, pihaknya juga melakukan pembersihan dan pengeboran yang lebih dalam hingga pada kedalaman 42 meter.

"Hingga akhirnya tekanan kuat dan kemudian kita bersihkan sumurnya. Kita orientasikan aliran fluida-nya yang kemudian diikuti oleh aliran gas," katanya.

Berdasarkan hal itu, Dinas ESDM Jateng menyakini gas yang berada di aliran bawah permukaannya terorientasi kembali ke satu titik bor dan membersihkan sumur bor kedua karena memang memiliki tekanan yang tinggi sehingga reservoirnya bersih dan gasnya mengalir kuat di satu tempat.

"Inilah yang kemudian di dalam kawasan api abadi Mrapen itu, kita yakini nanti bakal akan hidup lagi," ujarnya.

Seperti diwartakan, api abadi Mrapen diketahui padam sejak 25 September 2020 dan berdasarkan keterangan Kasi Energi Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan Sinung Sugeng Arianto, sebelum padam, sempat ada semburan air bercampur gas saat pengeboran sumur yang berlokasi tak jauh dari Mrapen.

Kompleks api abadi Mrapen merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.

Banyak peristiwa besar mengambil api dari kompleks api abadi Mrapen sebagai sumber obornya seperti Pekan Olahraga Nasional dan upacara Peringatan Hari Raya Waisak.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: