Perjuangan Paling Berkesan Melanie Subono Sebagai Aktivis Kemanusiaan

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Predikat aktivis sepertinya memang layak disematkan pada sosok Melanie Subono. Banyak isu yang ia suarakan mulai dari lingkungan hidup, Hak Asasi Manusia, sampai birokrasi di pemerintahan tak pernah luput dari perhatiannya. Dari sekian banyak kasus, nyatanya ada satu yang sampai saat ini meninggalkan kesan tersendiri baginya.

Ialah sosok Satinah, seorang TKI asal Jawa Tengah yang sempat divonis hukuman mati di Arab Saudi lantaran dituduh membunuh majikannya yang membuat Melanie Subono merasa puas memperjuangkan keadilan.

"Satu (keberhasilan) yang paling gede saat ada buruh migran di Saudi, namanya Satinah mau dihukum mati karena dia dituduh membunuh padahal dia mau diperkosa dan membela diri, dia tidak pernah diadili secara fair," ungkap Melanie Subono dalam Fame Talks FIMELA, Jumat (30/10/2020).

Mengumpulkan Donasi

Musisi Melanie Subono dalam Aksi 365 hari kasus Novel Baswedan yang tak kunjung terungkap di seberang Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/4). Peserta aksi meminta pemerintah segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Musisi Melanie Subono dalam Aksi 365 hari kasus Novel Baswedan yang tak kunjung terungkap di seberang Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/4). Peserta aksi meminta pemerintah segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Lebih lanjut, Melanie bercerita, kala itu ia bergerak mengumpulkan dana sebagai uang diyad atau ganti rugi kematian untuk 'menebus' Satinah dari jeratan hukum. Hal itu ia lakukan lantaran melihat pemerintah tak serius untuk membebaskan Satinah dari jeratan hukum.

"Arab tuh punya peraturan namanya uang diyad, jadi uang yang harus dibayar sama pemerintah, tapi dicuekin sampe berpuluh Miliar gitu. Gua berpikir sindiran terbaik adalah kita ngumpulin duluan, gua ngamen dan dari duit lecek orang (donatur) terkumpul Rp1 Miliar dalam 10 hari, kita serahkan ke pemerintah, mereka tertampar, dibayarlah uang diyad," paparnya.

Selamat

Dan, perjuangan panjang pun berakhir manis saar Satinah terlepas dari hukuman mati di Arab Saudi serta diperbolehkan pulang. Kini, ia pun mendengar kabar jika Satinah baru saja menikahi anaknya.

"Satinah disidang ulang, dinyatakan tidak bersalah, bebas, pulang ke Jawa dan baru nikahin anaknya. Padahal hampir digantung waktu itu," pungkas Melanie Subono.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini