Perjuangan Pria Tunanetra Urus Ibu Demensia

Liputan6.com, Jakarta Sekilas tampak tak ada yang aneh dengan pemandangan ini, seorang pria dewasa mendorong kursi roda berpenumpang wanita tua. Sepertinya mereka adalah ibu dan anak.

Keduanya berkeliling sebuah taman di Korea Selatan. Namun, jika diperhatikan lebih teliti ada yang aneh dengan pemandangan itu. Sang pria sering kali mendorong ke arah yang salah.

Sesekali pria kurus itu mendorong kursi roda hingga menabrak batu taman. Sesaat kemudian, ia mendorongnya ke arah pembatas taman. Hal ini terlihat membahayakan. Ketika diperhatikan, ternyata pria itu tunanetra.

Wanita tua di atas kursi roda tak lain adalah ibu yang sangat ia kasihi. Sang ibu sudah lama menyandang demensia.

“Terkadang dia seperti orang normal, tapi dalam beberapa waktu ia seolah tak mengenal orang-orang dan lingkungannya,” kata pria berambut cepak itu pada SBS ‘What's On Earth’.

Dilansir dari SBS ‘What On Earth’ pria itu bernama Hyungjong. Sejak tiga tahun lalu, ia mengalami kebutaan yang disebabkan uveitis. Berupa gangguan peradangan pada jaringan mata yang membuat mata sakit, merah, dan tidak merasakan cahaya.

Walau demikian, kasih sayang kepada sang ibu terus ia curahkan. Sampai-sampai tak pernah sekalipun ia bercerita mengenai keadaan matanya.

Ia mengungkap, sang ibu telah melalui banyak hal dalam hidup. Merawat sang ayah yang sakit hingga akhirnya meninggal.

Ibu Acap Kali Menghilang

Foto: SBS What On Earth

Sehari-hari, dirinya bekerja di kantor kesejahteraan masyarakat, mengerjakan hal-hal sederhana. Saat ia bekerja, terpaksa sang ibu ditinggal di rumah sendirian.

Tak pernah sekalipun ia bekerja dengan perasaan tenang. Karena sering kali sang ibu hilang begitu saja dan ditemukan di tempat yang tak terduga seperti di dalam lift.

Suatu hari, Hyungjong memberanikan diri bercerita tentang kebutaan yang dialami kepada sang ibu. Mereka berdua menangis.

"Ini menghancurkan hatiku bagaimana aku bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Kalau saja aku bisa mengeluarkan mataku dan memberikannya kepada putraku Hyungjong, itu yang ku mau,” ujar sang ibu.

Walau bagaimana pun, hidup harus tetap berlanjut. Mereka merasa saling membebani namun mereka saling melengkapi.