Perkelahian Geng Picu Kerusuhan Penjara Ekuador yang Tewaskan 60 Narapidana Lebih

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Quito - Lebih dari 60 narapidana tewas dalam kerusuhan yang terjadi di penjara di tiga kota di Ekuador, sebagai akibat dari perkelahian antara geng saingan dan upaya melarikan diri.

Edmundo Moncayo, selaku direktur penjara, mengatakan, 800 kantor polisi telah membantu mengendalikan kerusuhan yang terjadi di fasilitas tersebut. Sementara itu, ratusan perwira dari unit taktis telah dikerahkan sejak bentrokan meledak pada Senin malam.

Melansir The Guardian, Rabu (24/2/2021), Moncayo mengatakan bahwa dua kelompok berusaha untuk mendapatkan "kepemimpinan kriminal di dalam pusat penahanan" dan bentrokan itu berawal dari pencarian senjata yang dilakukan pada petugas polisi.

Foto dan video di media sosial menunjukkan narapidana yang dipenggal di tengah genangan darah.

Kerusuhan di Penjara Sering Terjadi

Ilustrasi bendera Ekuador (AFP)
Ilustrasi bendera Ekuador (AFP)

Kerusuhan penjara yang mematikan telah terjadi relatif sering dalam beberapa tahun terakhir di Ekuador, yang penjaranya dirancang untuk 27.000 narapidana tetapi menampung sekitar 38.000.

Presiden Ekuador, Lenín Moreno, mengatakan dia telah memerintahkan kementerian pertahanan "untuk melakukan kontrol ketat terhadap senjata, amunisi dan bahan peledak di batas luar penjara" sebagai akibat dari kerusuhan minggu ini.

Moncayo mengatakan 33 orang tewas di penjara di Cuenca di Ekuador selatan, 21 di kota pantai Pasifik Guayaquil dan delapan di pusat kota Latacunga.

Lebih lanjut, Moncayo mengatakan bahwa hampir 70% dari populasi penjara di negara itu tinggal di pusat-pusat kerusuhan terjadi.

Patricio Pazmiño, menteri pemerintahan, menulis tweet yang menyalahkan "tindakan bersama organisasi kriminal untuk menghasilkan kekerasan di penjara negara," tetapi menambahkan, "Kami mengelola tindakan untuk mendapatkan kendali kembali."

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: