Perkembangan Terbaru Kasus Ayah Atta Halilintar

Ichsan Suhendra
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ayah Atta Haliintar, Anofial Asmid dilaporkan mantan istri kedua, Happy Hariadi. Anofial Asmid dilaporkan karena dugaan kasus penelantaran anak. Saat ini, pihaknya masih melakukan mediasi.

"Kita merasa tidak ada masalah antara klien saya dengan pelapor dan anaknya. Demi kebaikan kelaurga besar Halilintar kami akan terus lakukan mediasi sebatas antar kuasa hukum saja," kata kuasa hukum Asmid, Rhaditya Putra Perdana saat berbincang di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Namun mediasi baru dilakukan antar pengacara. Sampai saat ini Halilintar Anofial Asmid belum kembali ke Indonesia. Ia masih mengurus beberapa pekerjaan di Malaysia.

Baca juga: Ayah Atta Halilintar Akui Nikahi Happy Hariadi dan Nafkahi Anaknya?

"Saat ini beliau masih di Malaysia karena punya beberapa mitra usaha di sana. Banyak kolega dan teman-teman mengaji, sekaligus terapi. Kami mengupayakan klien saya pulang ke Indonesia," kata Rhaditya.

Maka kuasa hukum tersebut membantah kliennya mangkir dari panggilan polisi. Selama ini, Rhaditya mencoba untuk menghadirkan Asmid melalui virtual namun belum mendapat persetujuan.

"Kami sudah upayakan pemeriksaan virtual. Tapi kepolisian minta hadir langsung. Dan juga ayah Atta Halilintar tidak akan lari dari masalah hukum," ujarnya.

Selain itu, Rhaditya mendengar kliennya tidak pernah menelantarkan anak tersebut. Masih ada komunikasi yang terjalin antara Asmid dengan anaknya.

"Sejauh ini mereka masih komunikasi kok. Anaknya ini bulan depan berusia 17 tahun, selama pisah pun masih suka telpon, chat, dan video call. Namun hak asuh anaknya dipegang oleh Happy, karenanya Pak Halilintar sangat menghormati Pengadilan Agama atas putusannya," katanya.

Rhaditya menambahkan, komunikasi tersebut terjalin dengan tidak leluasa. Untuk itu pihaknya menunggu sang anak untuk datang ke pihak Halilintar.

Baca juga: Ayah Atta Halilintar Dipolisikan Eks Istri Kedua, Anak-anak Tertekan?

"Yang jadi masalah apakah sang anak diberikan untuk berkomunikasi dengan ayahnya sendiri. Karena setahu kami, anak ini berkomunikasi dengan klien kami menggunakan handphone ibunya, ketika ibunya tidur. Jadi kami menunggu anak itu datang ke keluarga Halilintar," katanya.