AS Perketat Bisnis Chip dengan China

Merdeka.com - Merdeka.com - Baru-baru ini, Amerika Serikat dikabarkan sedang menyusun rangkaian kebijakan baru yang dapat menghentikan ekspor semikonduktor sub-14nm berkemampuan AI serta alat pembuat chip ke China.

Dilansir dari GizChina, Rabu (14/9), departemen Perdagangan AS telah mengirimkan surat ke beberapa perusahaan besar di industri yang bekerja sama dan menyediakan chip untuk China, seperti NVIDIA, AMD, dan Intel. Sebagian besar perusahaan telah mengakui surat-surat ini. Namun, mereka masih belum bersedia memberikan komentar terkait kasus tersebut.

Kebijakan itu membuat perusahaan AS yang dikirimi surat hanya dapat bekerja dengan China jika Departemen Perdagangan menyetujuinya. Dengan ini, AS berupaya memperketat bisnis tetapi tidak sepenuhnya melarang perusahaan untuk bermitra dengan China. Namun, kebijakan ini tetap dinilai akan membuat perusahaan-perusahaan tersebut mempertimbangkan beberapa faktor sebelum melanjutkan negosiasi dengan China.

Meski hanya perusahaan yang menerima surat yang harus mematuhi kebijakan baru, Departemen Perdagangan sedang dalam proses untuk menghasilkan aturan yang akan mencakup seluruh industri. Setelah itu resmi, maka situasinya disebut-sebut akan lebih rumit bagi perusahaan mana pun yang berurusan dengan China di sektor chip. Dell, HP, dan Super Micro Computer ke depannya juga berpotensi harus mematuhi aturan baru.

Bagi China, tampaknya ini merupakan tantangan baru dalam mewujudkan tekad untuk memperluas bisnis di sektor chip, setelah sebelumnya dihadapi dengan bubarnya Huawei, sementara Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Taiwan masih menjadi kekuatan dominan dalam kategori ini.

Tampaknya, ketegangan antara China, Taiwan, dan Amerika Serikat pun akan memburuk. Selain itu, AS bahkan mencari dukungan dari sekutu untuk mewujudkan kebijakan yang lebih efektif. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa AS sedang mempertimbangkan bantuan untuk situasi Huawei. Belum ada yang tahu persis akan seperti "bantuan" tersebut.

Reporter: Dinda Khansa Berlian [faz]