Perkosa Pasien, Dukun Dihajar Massa

TEMPO.CO, Jember-Harianto, 37 tahun, babak belur dihajar ratusan warga lingkungan Kedungpiring, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, Jember Selasa, 30 April 2013 siang. Pria yang berprofesi sebagai dukun itu menjadi bulan-bulanan warga karena diduga kuat telah memperkosa pasiennya, Ny. HS, 37 tahun, yang menderita stroke.

"Dia dukun cabul. Alasannya setiap datang untuk mengobati, tapi malah memperkosa,"ujar Samak, 48 tahun, suami korban. Setelah puas menghajar Harianto, Samak dan para tetangganya langsung membawa dukun cabul itu ke Markas Kepolisian Sektor Kaliwates.

Samak mengaku baru semalam mendengar pengakuan sang istri. Lelaki yang bekerja sebagai tukang becak itu pun mengaku langsung naik pitam. Pasalnya, dalam tiga bulan terakhir, berkali-kali Harianto datang ke rumahnya dengan alasan untuk mengobati sakit yang diderita istrinya.

Karena Harianto mengaku sanggup mengobati sakit istrinya, Samak bahkan menyediakan kamar samping rumahnya sebagai tempat pengobatan. Namun rupanya, Harianto, dukun asal Desa Curahdami Kabupaten Bondowoso itu, memanfaatkan kondisi untuk melakukan aksi bejatnya. Samak mengaku percaya saja, sehingga setiap kali datang, dia tidak mendampingi istrinya diobati oleh Harianto.

Akhirnya, semalam Ny. HS mengaku, dirinya selalu dipaksa melayani nafsu bejat si dukun karena selalu diancam. "Kata istri saya, kalau tidak mau, penyakitnya akan dibuat bertambah parah,"kata Samak.

Kepala Kepolisian Sektor Kaliwates, Komisaris Polisi Nurmala Rambee mengatakan, saat ini penyidik masih memeriksa Harianto. "Dia akan dijerat pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan. Ancamannya maksimal 12 tahun penjara,"kata dia.

MAHBUB DJUNAIDY

Topik terhangat:

Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:

Edsus Sosialita Jakarta

Tim Polisi Pemburu Susno Dipimpin AKBP

Hindari Jaksa, Susno Dikabarkan Gonta-ganti SIM Card

Inilah Dinasti Politik Partai Demokrat

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.