Perkuat Kontrol Negara, Pemerintah China Beli Saham Alibaba dan Tencent

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah China berencana membeli saham Alibaba Group Holding Ltd. dan Tencent Holdings Ltd. Langkah ini memberi sinyal bahwa Beijing ingin memastikan kontrol yang lebih besar atas perusahaan digital terbesar di dunia.

Rencana ini muncul saat Beijing bersiap melonggarkan cengkeramannya di sektor digital. Struktur saham Alibaba dan Tencent, secara teori memungkinkan pemerintah mencalonkan direktur, atau mempengaruhi keputusan penting perusahaan, serta memberi otoritas alat untuk mempengaruhi industri dalam jangka panjang.

Mengutip Bloomberg, Sabtu (13/1), melalui Cyberspace Administration of China (CAC), pemerintah mengambil 1 persen saham dari anak perusahaan media digital Alibaba di Guangzhou pada 4 Januari, menurut database perusahaan Qichacha. Portofolio media perusahaan tersebut mencakup bisnis seperti platform streaming Youku dan browser seluler UC Web.

Kendaraan dana yang dibeli ke Alibaba didukung oleh CAC bersama dengan perusahaan negara terkemuka seperti CITIC, China Post, dan China Mobile Ltd. Diskusi juga sedang berlangsung tentang entitas pemerintah yang mengambil saham serupa di anak perusahaan Tencent di China daratan..

Sejak lama, pemerintahan Xi Jinping memang ingin menghidupkan kembali ekonomi nomor dua dunia, serta melancarkan kampanye melawan kecanduan game dan bersiap untuk perusahaan seperti Alibaba, yang sejak lama menarik perhatian pemerintah.

Analis Bloomberg Catherine Lim dan Trini Tan mengatakan, dengan pembelian 1 persen saham di masing-masing perusahaan ini (Alibaba dan Tencent), kontrol pemerintah China akan meningkatkan pengaruh pemerintah atas Alibaba dan Tencent.

Selain itu, pemerintah China juga dapat meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan luar yang bekerja sama dengan Alibaba dan Tencent, serta memperlambat ekspansi.

"Bagi saya, beritanya sedikit positif, sebab dua perusahaan ini (Alibaba dan Tencent) telah bergumul dengan masalah tindakan keras dalam beberapa tahun terakhir. Kepemilikan pemerintah berpotensi membantu perusahaan mendapatkan lampu hijau untuk melakukan bisnis di area baru dan menurunkan risiko tindakan keras lebih lanjut oleh regulator," kata Kepala Penelitian Ceb International Inv Corp Ltd, Banny Lam.

Selama bertahun-tahun, pemerintah China telah menginvestasikan miliaran dolar AS ke startup terkenal, dari Didi hingga Ant Group Co milik Jack Ma.

Para analis berspekulasi bahwa, selain menempatkan wakil pemerintah di dewan direksi, serta mendapatkan suara untuk menentukan kebijakan perusahaan. Pembelian saham ini, juga memungkinkan pemerintah China untuk mengakses data-data penting. [idr]