Perkuat Modal Usaha, TBS Energi Fokus Investasi di Kendaraan Listrik

Merdeka.com - Merdeka.com - PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan dilanjutkan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dari kedua rapat umum tersebut, di antaranya membahas tentang persetujuan penggunaan laba bersih untuk keperluan pengembangan bisnis perusahaan, dilanjutkan dengan perubahan pengurus perusahaan, dan persetujuan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang dibahas dalam RUPSLB tahun ini.

Tercatat dalam pembukuan terakhir 31 Desember 2021, TBS telah meraup pendapatan sebesar USD 462,7 juta meningkat 39,4 persen dibanding tahun lalu. Selain itu, TBS juga berhasil mencetak laba bersih sebesar USD 65,6 juta atau meningkat 83,2 persen dari tahun lalu.

"Sebagian besar dari laba tahun berjalan akan digunakan untuk memperkuat permodalan jangka panjang dan pertumbuhan bisnis serta rencana investasi perusahaan khususnya di energi terbarukan dan kendaraan listrik," ucap Wakil Direktur Utama TBS, Pandu Patria Sjahrir di Jakarta, Kamis (9/6).

Pandu mengatakan, kinerja positif ini merupakan pondasi bagi perusahaan dalam mewujudkan komitmen pengembangan bisnis yang berbasis sustainability.

"Kami sudah menetapkan target untuk mencapai carbon neutral di tahun 2030 dan untuk mencapai target tersebut kami berkomitmen untuk menggunakan pendapatan kami diinvestasikan ke sektor-sektor energi baru dan terbarukan termasuk kendaraan listrik, yang ramah lingkungan. Di tahun 2021 kemarin kami sudah mewujudkan kerja sama joint venture untuk kendaraan listrik, Electrum. Artinya TBS sangat serius melihat ke depan, untuk bertransformasi menuju energi hijau," katanya.

Direksi Baru

Dalam rangka mendorong transformasi dan memperkuat jajaran manajemen, dalam RUPST juga disetujui pengangkatan Juli Oktarina sebagai Direktur baru. Sebelumnya, Juli Oktarina merupakan direktur anak perusahaan TBS.

Sesuai dengan tujuan besar perusahaan, susunan Direksi yang baru ini diharapkan dapat lebih memperkuat struktur organisasi TBS dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis dan dapat mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Lebih lanjut, agenda yang juga menjadi pokok pembahasan dalam RUPSLB ialah terkait dengan persetujuan penambahan modal Perseroan melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Right Issue).

Sebelumnya, right issue telah disetujui dalam agenda RUPSLB di tahun 2021 lalu, namun memperhatikan kondisi pasar di tahun lalu, TBS bermaksud untuk menunda pelaksanaan right issue ini untuk dilaksanakan dalam periode 2022-2023.

TBS bermaksud untuk menggunakan dana bersih hasil Right Issue tersebut untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan yaitu membiayai investasi Perseroan dan kegiatan Perseroan secara umum (general corporate purposes). [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel