Perkuat Pasokan Elpiji dan BBM di Indonesia Timur, Pertamina Bangun 4 Terminal

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, mengatakan untuk sektor hilir, pihaknya akan memperkuat supply elpiji dan BBM untuk Indonesia bagian Timur, dengan membangun 4 terminal yang ditargetkan selesai tahun 2021 ini.

“Hilir, kita fokuskan adalah untuk memperkuat kehandalan supply elpiji dan BBM di Indonesia Timur. Jadi untuk elpiji kita tuh sedang membangun 4 Terminal yang ini dapat kita selesaikan semuanya di tahun ini semuanya di Indonesia Timur,” kata Nicke dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (9/2/2021).

Lanjutnya, ada 14 tangki BBM yang Pertamina bangun untuk Indonesia Timur. Sementara 12 lainnya sudah selesai. Maka untuk 2 sisanya yang berlokasi di Waingapu dan Maumere ditargetkan akan diselesaikan di tahun ini.

“Sehingga untuk infrastruktur di Indonesia Timur, baik elpiji maupun BBM yang bisa menambah pasokan dan juga kehandalan ini semuanya akan dapat kita selesaikan di tahun ini. Kita akan percepat untuk yang bbm-nya karena ini sangat penting juga untuk Indonesia Timur,” ujarnya.

Selanjutnya, terkait gas dan Gas alam cair atau elenji (Liquefied natural gas, LNG). Pertamina akan memfokuskan untuk membangun jaringan gas, yang diharapkan bisa menurunkan penggunaan LPG dan impor.

“Pemerintah sekarang membuka juga bukan hanya pembangunan yang dibiayai oleh APBN tapi juga jargas Mandiri. Jadi totalnya jadi kita bangun sekitar 500.000 sambungan rumah tangga di 24 Kota,” ujarnya.

Sementara sambungan rumah tangga yang dibiayai oleh APBN berjumlah 130.756 sambungan, dan yang non APBN sisanya sebanyak 369.224 sambungan rumah tangga. Pembangunan tersebut akan dilaksanakan oleh Satpol tugas PGN pertagas dan tim di bawahnya.

Terminal BBM Balongan Salurkan Perdana B30

Pertamina Siapkan Terminal BBM Sambu Jadi Trading Hub di Asia Tenggara
Pertamina Siapkan Terminal BBM Sambu Jadi Trading Hub di Asia Tenggara

PT Pertamina (Persero) Integrated Terminal Balongan melakukan penyaluran perdana Solar yang telah dicampur 30 persen biodiesel (B30). Distribusi perdana dikirimkan oleh mobil tangki berkapasitas 8 kiloliter (KL) ke SPBU 3445151 di Jalan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat.

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami mengatakan, Integrated Terminal Balongan memperoleh pasokan Solar dari Kilang Pertamina Balongan (Refinery Unit VI). Dimana kemudian pencampuran Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dengan solar dilakukan di New Gantry System (NGS) dengan metode Inline Blending.

Integrated Terminal Balongan kemudian mendistribusikan Biosolar yang telah memiliki kandungan B30 ini ke SPBU-SPBU di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan.

"Pasokan FAME dari kelapa sawit kami peroleh dari Darmex Biofuels, yang merupakan badan usaha dalam negeri. Pemanfaatan FAME ini dilakukan untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi impor minyak," kata Dewi, di Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Dewi mengungkapkan, kandungan FAME tidak memiliki dampak negatif bagi mesin kendaraan konsumen. Perubahan konfigurasi bahan bakar telah disosialisasikan oleh Pemerintah dan badan usaha terkait ke produsen kendaraan, Agen Tunggal Pemegang Merk, serta berbagai asosiasi kendaraan.

"Pengguna kendaraan berbahan diesel dapat menggunakan bahan bakar B30 dengan nyaman. Dengan komponen B30, tarikan mesin tetap terjaga, BBM juga baik kualitasnya dan ramah lingkungan, serta turut berkontribusi dalam menjaga devisa negara," ujarnya.

Biosolar merupakan bahan bakar solar diesel yang telah mendapat campuran bahan bakar nabati FAME, hal ini sesuai dengan arahan pemerintah terkait Target Bauran Energi (Energy Mix).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: