Perkuat Peran Puskesmas, Gubernur Jabar dan CISDI Berangkatkan 500 Nakes untuk Program PUSPA

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Guna mengoptimalkan peran puskesmas untuk menghadapi COVID-19 Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengerahkan 500 tenaga kesehatan (nakes) terpilih sebagai bagian dari Program Puskesmas Terpadu dan Juara (PUSPA).

Program PUSPA merupakan kolaborasi Pemprov Jabar melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang didukung oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dalam memperkuat respons penanganan COVID-19 di puskesmas.

Pelepasan nakes dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melalui kegiatan daring pada Selasa 16 Maret 2021. Selanjutnya, tim PUSPA akan bertugas di 100 puskesmas di 12 kota/kabupaten di Jawa Barat.

“Penduduk kami (Jawa Barat) banyak, dan terletak pada wilayah geografis yang berbeda-beda, sehingga tantangan kami adalah dengan keterbatasan memaksimalkan pelayanan,” ujar Ridwan Kamil dalam rilis, Selasa (16/3/2021).

“Oleh COVID-19 ini, kami diajari banyak hal, ternyata salah satu keberhasilan melawan COVID-19 adalah melalui ujung tombak yang bernama puskesmas,” tambahnya.

Para nakes terpilih akan berfokus pada upaya penguatan, deteksi dan lacak kasus, pemantauan kasus aktif, penyiapan vaksinasi, serta pemenuhan layanan kesehatan esensial melalui puskesmas.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Komposisi Nakes Terpilih

Sejak dibuka pada awal Februari 2021, Program PUSPA menerima 6.909 pendaftar yang kemudian diseleksi menjadi 300 tenaga kesehatan. Secara bersamaan, Program PUSPA menerima rekomendasi 200 tenaga kesehatan di 100 puskesmas penempatan.

Berdasarkan komposisi, tenaga kesehatan terpilih terdiri atas ahli kesehatan masyarakat (27,2 persen), dokter (8,2 persen), perawat (22 persen), bidan (18 persen), dokter gigi (2,4 persen), ahli gizi (10,6 persen), tenaga farmasi (4,6 persen), epidemiolog (1,2 persen), analis kesehatan (0,2 persen), ahli kesehatan lingkungan (4 persen), dan promotor kesehatan (1,6 persen).

Kendati memiliki latar profesi beragam, ke-500 tenaga kesehatan muda terpilih menjalani pelatihan pra penempatan dari tanggal 25 Februari hingga 5 Maret 2021 untuk memastikan tim memenuhi seluruh kompetensi kerja yang diperlukan.

Pelatihan PUSPA berlangsung daring dengan mengundang pakar-pakar kesehatan dan non kesehatan terpilih dari Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Provinsi Jawa Barat, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), School of Business Management ITB, dan UNICEF.

Modul pelatihan yang tersusun atas 12 materi menjelaskan upaya penanganan COVID-19 di tingkat puskesmas, termasuk pelaksanaan surveilans berbasis masyarakat (SBM), penelusuran kasus, hingga komunikasi risiko.

Infografis Perbandingan Vaksin COVID-19 Sinovac dengan AstraZeneca

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)

Simak Video Berikut Ini