Perkumpulan Dokter Ingatkan Warga agar Tak Termakan Hoaks Vaksin Covid-19

·Bacaan 2 menit
Petugas medis menunjukkan vaksin COVID-19 Astrazeneca saat vaksinasi pekerja ritel di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin (24/5/2021). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga 23 Mei 2021, sebanyak 14.890.933 orang telah menerima vaksin COVID-19 dosis pertama. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Informasi palsu atau hoaks mengenai vaksin Covid-19 masih menyebar dan dipercaya oleh banyak masyarakat. James Allan, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB), pun meminta masyarakat agar tidak percaya pada hoaks-hoaks tersebut.

“Jangan langsung terpengaruh oleh pendapat-pendapat yang mengaku pakar tentang vaksin, dan data serta bukti ilmiah tentang vaksin tertentu,” ucap James, melansir Antara, Kamis (2/9/2021).

Hingga kini, masih banyak masyarakat yang menunjukkan sikap memilih-milih merek vaksin akibat dipengaruhi oleh pendapat dari figur yang mereka anggap ‘pakar’.

“'Vaksin A lebih bagus' atau “Vaksin B lebih berbahaya karena banyak yang menderita setelah menerima vaksin, bahkan meninggal dunia”, komentar itulah yang sering didengar dari masyarakat terkait vaksin Covid-19.

Pendapat seperti ini jika dibiarkan tersebar akan memengaruhi masyarakat seperti yang sikap meragukan untuk menerima vaksin Covid-19.

James juga mengatakan, campur tangan pemerintah juga diperlukan untuk memberantas pendapat-pendapat dari "pakar" yang tidak sesuai dengan data dan bukti ilmiah sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar akan pentingnya penerimaan vaksin.

Pemerintah dapat terus memberikan komunikasi efektif, informasi yang jelas, lengkap, dan mudah dipahami serta menerapkan pendekatan cara edukasi yang baik dan santun pada masyarakat. Selain itu, pemerintah juga harus menindak tegas pelaku agar berhenti menyebarkan pernyataan yang membuat masyarakat khawatir.

(MG/ Amadea Claritta)

Sumber:https://www.antaranews.com/berita/2367650/pdib-imbau-warga-tidak-percaya-informasi-salah-hoaks-tentang-vaksin

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel