Perlombaan Luar Angkasa Elon Musk Vs Jeff Bezos

·Bacaan 2 menit

VIVA – Perlombaan luar angkasa Elon Musk dan Jeff Bezos, dua miliarder dunia, semakin panas. Mereka memiliki perusahaan transportasi luar angkasa. SpaceX milik Elon Musk yang didirikan pada 2002 serta Blue Origin besutan Jeff Bezos yang didirikan lebih awal, yakni pada 2000.

Berdasarkan data yang diolah VIVA Tekno, Jumat, 11 Juni 2021, berikut adalah beberapa pencapaian yang telah mereka raih:

Jeff Bezos Terbang ke Luar Angkasa

Orang terkaya di dunia itu siap terbang ke luar angkasa bersama saudaranya, Mark. Kepala Eksekutif Amazon tersebut mengumumkan kabar tersebut melalui konten video di media sosial Instagram.

Jeff dan Mark Bezos akan meluncur ke luar angkasa pada 20 Juli 2021 di atas roket yang dibangun oleh Blue Origin, New Shepard. "Melakukan perjalanan ke luar angkasa sudah menjadi mimpi seumur hidup," ungkapnya.

SpaceX ke Bulan

Pada April 2021, Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) dilaporkan memberi lampu hijau kepada SpaceX untuk mengirim manusia ke Bulan. Artinya, Blue Origin dan Dynetics yang juga semula diberi kontrak membangun pesawat ruang angkasa untuk misi ke Bulan telah gagal.

NASA memberi SpaceX dana sebesar US$2,9 miliar untuk membangun teknologi luar angkasa. Misi ke Bulan ini direncanakan pada 2024. SpaceX mengkonfirmasi kabar tersebut, dan menyebut Starship akan mengirim kembali manusia ke Bulan sejak Misi Apollo pada 1969 dan 1972.

Bangun Permukiman di Mars

Awal tahun ini, Elon Musk pernah menyalip Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia. Tidak lama setelah itu, ia kemudian membuat pernyataan bahwa setengah dari hartanya dimaksudkan untuk membantu masalah di Bumi dan setengahnya lagi untuk membangun kota di Mars.

Musk ingin memastikan keberlangsungan kehidupan manusia jika Bumi terkena meteor atau meletus Perang Dunia III.

Pria kelahiran Afrika Selatan ini sangat percaya bahwa masa depan umat manusia bergantung pada kemampuannya untuk meninggalkan Bumi dan mengisi dunia lain. Ia juga memperkirakan manusia dapat membangun kota mandiri di Mars pada 2059, meskipun besaran biayanya mencapai US$100 miliar hingga US$10 triliun.

Satelit Internet

Selain memiliki perusahaan transportasi luar angkasa, keduanya juga bersaing di bidang satelit untuk mewujudkan layanan internet berkecepatan tinggi untuk semua orang di dunia.

Starlink milik SpaceX memiliki lebih dari 1.000 satelit di orbit dan telah menguji coba layanan secara beta di wilayah tertentu, seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Inggris.

Sementara Kuiper milik Amazon masih belum menerapkan apapun, tetapi mereka berencana meluncurkan lebih dari 3.200 satelit, di mana peluncuran perdana dilakukan di India pada tahun depan. Kuiper dipimpin oleh Rajeev Badyal, mantan vice president of Starlink Operation.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel