Perlu Diperhatikan Jemaah Haji yang Ingin ke Raudhah, dari Jam Hingga Barang Bawaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Salah satu tujuan jemaah haji dari luar Arab Saudi mendatangi Masjid Nabawi untuk berziarah ke Makam Rasulullah di Raudhah. Begitu pula jemaah haji Indonesia.

Tetapi, ada aturan yang perlu diketahui jemaah. Bahwa Raudhah memiliki aturan jam ziarah dan jemaah harus pastikan agar tidak menunggu terlalu lama.

"Untuk Raudhah ada jadwal ditetapkan muasasah adilla mereka memberikan jadwal defenitif artinya jam tetap," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Amin Handoyo, di Kantor Daker Madinah, Arab Saudi, Senin (6/6).

Amin mengimbau jemaah memahami jam-jam ziarah. Jam ziarah antara jemaah laki-laki dan jemaah perempuan berbeda.

Informasi dihimpun, untuk jam ziarah, jemaah perempuan memiliki waktu tertentu. Saat malam hari, pukul 22.00 waktu Saudi sampai jam 00.00 waktu Saudi. Sementara untuk pagi, jemaah perempuan bisa berziarah sejak usai subuh hingga pukul 10.00 waktu setempat. Sementara untuk jemaah laki-laki bisa datang kapanpun selama kawasan raudhah dibuka.

"Untuk ziarah, jemaah perempuan melalui pintu 24, laki-laki melalui pintu 34-37," kata Amin.

Amin berpesan agar pihak sektor menyosialisasikan aturan tersebut kepada kepala rombongan lalu kepala regu hingga akhirnya informasi bisa sampai ke jemaah.

"Sebab memang jemaah perlu mengimbangi antara semangat beribadah dan menjaga kesehatan, " imbau Amin.

Dalam kesempatan terpisah, petugas pendukung PPIH Arab Saudi di posko utama Masjid Nabawi, Siti Isnaini, meminta jemaah benar-benar mempersiapkan diri jika ingin berziarah ke Raudhah. Apalagi jelang musim haji seperti saat ini, cukup banyak jemaah yang ingin berziarah sehingga harus mengantre.

"Jadi bawa cemilan, bersih-bersih dulu, wudu dulu. Karena kan di dalam itu kita mengantre jadi jangan sampai kelaparan," cerita Isnaini.

Dia juga berpesan agar jemaah wanita khususnya yang memakai tas paspor dipakai dengan benar. Sebab menurutnya, banyak kasus barang jemaah tercecer saat antre menuju Raudhah.

"Makanya cara pakai tas paspor yang benar, pakai dulu tasnya di dalam baru mukenanya. Atau tas pinggang, diikat kencang baru ditutup mukena," jelas Isnaini. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel