Perlukah Anak Minum Suplemen Vitamin untuk Cegah Virus Corona?

Adinda Permatasari

VIVA – Selain lansia, anak-anak juga menjadi kelompok yang rentang terinfeksi virus corona di tengah pandemi ini. Karenanya, orangtua harus selalu waspada dalam menjaga kesehatan anak.

Langkah yang dilakukan adalah selalu menanamlan pola hidup bersih dan sehat. Mengajarkan mencuci tangan juga harus diimbangi dengan asupan makanan yang bergizi.

Menurut dokter anak, dr. Annisa Nur Aini, SpA, pola menu anak haruslah seimbang dan bervariasi. Seimbang yaitu makro dan mikro nutrisi harus seimbang. Nutrisi makro adalah karbohidrat, protein dan lemak. Sementara nutrisi mikro adalah vitamin dan mineral.

"Menu bervariasi agar anak tidak bosan. Selain jaga menu yang seimbang, berikan makanan sesuai dengan keinginan anak," kata Annisa dalam tayangan Hidup Sehat di tvOne.

Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan makanan anak adalah proses memasak. Tahap ini penting terutama pada bayi di bawah usia 2 tahun. Ketika memasak, pastikan protein hewani seperti daging, ikan, telur dimasak dengan matang sempurna.

"Jangan berikan makan sesuatu yang belum matang karena bisa jadi mediasi kuman," lanjut Annisa.

Jika memberikan sayur dan buah, jangan lupa mencucinya dengan air yang mengalir atau matang untuk menghilangkan kuman pada buah dan sayur.

Lantas, perlukah anak mendapat suplemen vitamin? Menurut Annisa, apabila anak makanan rutinnya seimbang gizi, suplemen tidak diperlukan.

Namun, pastikan zat gizi makannya seimbang. Pada bayi di bawah 6 bulan, usahakan untuk memprioritaskan ASI dari Ibu. Karena, ASI kaya akan antibodi dan terjaga higienitasnya selama masa pandemi ini.