Perlukah Big Data Digunakan dalam Penanggulangan COVID-19?

Syahdan Nurdin, ailsashafira99-698
·Bacaan 3 menit

VIVABig Data merupakan sebuah fenomena di mana data yang tersedia memiliki volume yang besar, kecepatan produksi dan pemrosesan yang tinggi, serta memuat berbagai jenis bentuk data atau volume, velocity, serta veracity dan variety.

Keberadaan Big Data dapat dimanfaatkan untuk menyusun suatu perancanaan hingga pengambilan keputusan. Karena sumbernya yang tak terbatas, hal ini memungkinkan pengguna data untuk memperoleh data dari sumber-sumber yang lebih up to date seperti sosial media atau pencarian web, ketimbang menunggu statistik resmi yang membutuhkan waktu pengumpulan lebih lama.

Sudah banyak contoh pemanfaatan Big Data di era pandemi yang dapat kita temui di Indonesia. Di antaranya, pemanfaatan Big Data yang dihimpun oleh Gojek kemudian dianalisis untuk mengetahui fitur dan layanan baru yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi penggunanya.

Termasuk adanya layanan contactless dan pengembangan layanan antar makanan serta barang yang banyak diminati selama pandemi. Selain itu, Telkom Indonesia memanfaatkan Big Data untuk melakukan inovasi dan efisiensi bisnis.

Melalui hasil analisis Big Data, Telkom kemudian menawarkan paket data berlangganan layanan streaming atau Video on Demand yang memiliki banyak peminat selama pandemi. Dengan adanya inovasi layanan perusahaan, diharapkan pengalaman konsumen dalam penggunaan produk dapat ditingkatkan.

Walaupun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan pada lembaga pemerintahan, diketahui pemanfaatan Big Data dalam penganggulangan COVID-19 di lingkungan pemerintah Indonesia masih minim.

Hingga saat tulisan ini dibuat, diketahui pemerintah Republik Indonesia masih minim dalam memanfaatkan data yang tersedia untuk menanggulangi COVID-19. Hal tersebut dapat diketahui dari adanya berbagai keputusan pemerintah terkait penanganan COVID-19 yang masih jauh dari keadaan sesungguhnya.

Sementara, di negara-negara seperti Tiongkok, Singapura, dan Korea Selatan pemerintah memanfaatkan data untuk melakukan pelacakan penyebaran virus hingga analisis penyebaran berdasarkan data populasi, kepadatan, hingga data perjalanan. Strategi tersebut terbukti sukses mendorong masing-masing negara dalam menekan penyebaran dan menanggulangi COVID-19.

Indonesia sebagai negara yang mulai berkembang secara teknologi sudah selayaknya ikut menerapkan cara tersebut untuk dapat menentukan rencana dan keputusan yang lebih efisien serta tepat sasaran. Dari pelbagai aplikasi Big Data yang telah diterapkan di negara lain, terdapat beberapa hal yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia.

Pertama, memanfaatkan data perjalanan warga negara baik secara lokal maupun internasional. Melalui data tersebut dapat dilacak alur penyebaran pandemi serta daerah-daerah yang beresiko.

Kedua, memanfaatkan data rekam medis warga negara untuk mengetahui serta dapat memetakan kelompok yang rawan dan perlu diberi perhatian khusus. Ketiga, rekam medis dari penderita COVID-19 untuk menganalisa kemungkinan gejala, resiko, dan perawatan yang dibutuhkan bagi kasus-kasus tertentu di masa mendatang. Keempat, data pengobatan dan perawatan penderita COVID-19. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pengobatan

Disamping pemanfaatan pada bidang kesehatan, Big Data juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam pembuatan keputusan berkaitan dengan keadaan ekonomi dan keadaan sosial negara.

Telah kita ketahui bahwa adanya pandemi ini berdampak besar pada kedua aspek tersebut. Dengan memanfaatkan Big Data, pemerintah dapat melakukan segmentasi terhadap kelompok-kelompok mana saja yang terdampak serta menganalisa bantuan apa yang paling sesuai dan tepat sasaran bagi kelompok tersebut.

Selain itu, dengan melakukan analisis terhadap Big Data, pemerintah dapat mengetahui bagaimana prediksi permasalahan ekonomi maupun sosial akan berlanjut dalam periode kedepan, dan mengetahui langkah apa yang perlu diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut sesuai dengan masyarakat terdampak.

Dengan demikian, penerapan Big Data oleh pemerintah dalam pengambilan keputusan dapat membantu penanggulangan COVID-19 dalam berbagai hal. Disamping perolehan hasil analisis secara langsung, pemanfaatan Big Data memungkinkan pemerintah untuk meminimalisir adanya kesalahan dalam pembuatan suatu kebijakan hingga mengurangi kemungkinan penyalahgunaan anggaran.

Dilihat dari bagaimana keadaan Indonesia saat ini, semoga pemerintah dapat segera menyadari keuntungan yang mungkin diperoleh dengan memanfaatkan Big Data bagi negara dan masyarakat secara luas. (Raden Roro Ailsa Shafira Maheswari, Mahasiswa Manajemen Kelas Internasional FEB UNSOED 2018)