Perlukah Suntikan Ketiga Vaksin COVID-19? Ini Kata Vaksinolog

·Bacaan 1 menit

VIVA – Banyak masyarakat yang mulai khawatir terjangkit COVID-19 meski sudah mendapatkan dua dosis vaksin. Tak sedikit yang akhirnya bertanya-tanya apakah perlu untuk menambah alias booster vaksin selanjutnya.

Dari penelitian vaksin yang telah mendapat persetujuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tercatat bahwa efektivitasnya berlaku hanya dalam beberapa bulan ke depan. Hal itu menimbulkan pertanyaan, akan perlunya tambahan vaksin yang diberikan usai dua dosis.

"Rekomendasi di indonesia masih dua kali vaksinasi," kata Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe M,sc, Sp,PD, dalam acara Hidup Sehat, TvOne, Senin 5 Juli 2021.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam itu, lebih baik memprioritaskan untuk mencapai Herd Immunity dengan cakupan 70 persen masyarakat yang divaksinasi. Dengan begitu, penularan COVID-19 bisa lebih diminimalisasi sehingga kasusnya bisa menurun dan mencegah terjadinya keparahan gejala hingga angka kematian.

"Yang sudah dua kali vaksinasi, cukup. Termasuk bagi tenaga kesehatan. Lebih baik tingkatkan dulu cakupan imunisasi (herd immunity)," ujarnya.

Terlebih, stok vaksin di Indonesia juga belum tersedia dalam jumlah banyak lantaran masih bergantung pada produksi dari negara lain seperti China dan Amerika Serikat. Namun, Dirga tak memungkiri bahwa tambahan dosis vaksinasi bisa saja diberikan dengan menunggu hasil penelitian terlebih dahulu.

"Banyak saudara kita yang belum vaksinasi dan stok vaksin terbatas. Tentu akan ada kemungkinan bahwa perlu pemberian vaksinasi ulang tapi saat ini belum direkomendasikan," kata Dirga lagi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel