Perlukah Wisatawan yang Sudah Divaksin Jalani Karantina Usai Liburan?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sekian banyak negara di dunia sudah mulai menggelar vaksinasi Covid-19 dalam upaya mengatasi pandemi. Program itu dianggap sebagai angin segar bagi banyak pihak, termasuk para pelaku pariwisata.

Dengan adanya vaksinasi, sekian negara memberanikan diri untuk kembali membuka perbatasan bagi wisatawan asing yang sudah divaksin masuk ke negaranya. Meski begitu, wisatawan masih harus mengikuti aturan wajib karantina setelah pulang ke negaranya

Leana Wen, seorang dokter darurat dan profesor kesehatan masyarakat di Universitas George Washington, Amerika Serikat (AS), menjelaskan bahwa menurut panduan terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, mereka yang sudah divaksin tidak perlu melakukan karantina mandiri sepulang dari luar negeri. Menurut Wen, wisatawan hanya perlu waspada saat bepergian ke luar negeri.

"Kalau Anda pernah berada di sekitar seseorang yang mengidap COVID-19, Anda tidak perlu menjauh dari orang lain atau menjalani tes, kecuali Anda memiliki gejala," begitu penggalan panduan CDC, dilansir dari Insider, Rabu (31/3/2021).

Narasi senada juga diungkap Carlos del Rio, seorang profesor kedokteran di Universitas Emory, Atlanta, AS. Meski begitu, ia tetap menganjurkan adanya tes COVID-19 sebelum, selama, dan setelah wisatawan bepergian.

Ia mengatakan, pelancong yang divaksinasi harus menjalani tes beberapa hari sebelum perjalanan, empat hingga lima hari setelah tiba di tujuan, dan satu kali setibanya di rumah. Ia pun menegaskan, apa yang dilakukan selama liburan lebih penting dibandingkan karantina.

"Jika Anda divaksinasi penuh dan sangat berhati-hati dalam perjalanan Anda, dan ketika Anda kembali, Anda terus berhati-hati, dan tidak mengalami gejala, kemungkinan sangat kecil manfaatnya jika Anda dikarantina," kata Rio.

Memilih Destinasi Wisata

Perawat menyiapkan suntikan vaksin COVID-19 CoronaVac dari Sinovac di Institut Penyakit Menular Bamrasnaradura di Bangkok, Minggu (28/2/2021). Pekan ini, Thailand menerima 200.000 dosis pertama vaksin Sinovac dari China dan 117.00 dosis impor vaksin AstraZeneca. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)
Perawat menyiapkan suntikan vaksin COVID-19 CoronaVac dari Sinovac di Institut Penyakit Menular Bamrasnaradura di Bangkok, Minggu (28/2/2021). Pekan ini, Thailand menerima 200.000 dosis pertama vaksin Sinovac dari China dan 117.00 dosis impor vaksin AstraZeneca. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Menurut Rio, para wisatawan yang sudah divaksinasi harus terus menghindari keramaian. Soal destinasi wisata, ia menyarankan untuk memilih taman atau museum daripada bar maupun konser dalam ruangan.

"Jika orang-orang kemudian pergi ke tujuan mereka dan makan di restoran, pergi ke bar, pergi ke konser, saat itulah risiko mulai menumpuk," terang Rio.

Semakin banyak orang yang menerima vaksinasi, destinasi wisata di sejumlah negara diyakini akan mengubah dan menyesuaikan aturan tentang karantina. Namun hingga kini, negara-negara yang sudah membuka pintu untuk wisatawan asing masih mewajibkan turis untuk mengikuti pedoman karantina saat tiba di tujuan.

Sementara itu, ada juga negara yang membebaskan wisawatan mancanegara yang telah divaksinasi COVID-19 berkunjung tanpa perlu menjalani karantina saat masuk ke negara tersebut. Thailand, misalnya.

Namun, lokasi yang bisa dikunjungi terbatas, yakni pulau paling selatan Thailand, Phuket, dan rencananya akan dimulai pada Juli mendatang. Terhitung 1 April 2021, Thailand juga memperpendek masa karantina kedatangan dari luar negeri ke negara tersebut jadi 10 hari, setelah sebelumnya ditetapkan 14 hari.

Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi

Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut: