Perlunya Memahami Kerja Sama Pesan-antar Makanan Online

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Penerapan komisi dalam sebuah kerja sama sudah lama dilakukan oleh para pengusaha, termasuk dalam lini layanan pesan dan antar makanan.

Saat ini semua penyedia aplikasi layanan tersebut memberlakukan sistem komisi. Misalnya, GrabFood mematok angka 30 persen, ShopeeFood 20 persen dan GoFood 20 persen.

Khusus untuk GoFood, tarif tersebut berlaku untuk mitra usaha yang baru saja bergabung dan ditambahkan biaya transaksi Rp1.000.

VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel Lavina, menjelaskan bahwa dalam skema kerja sama antara pemilik platform dengan pemilik barang dagangan, harus saling menguntungkan satu sama lain. Contohnya, subsidi dari GoFood untuk program promosi yang lebih besar.

”Misalnya, mitra usaha ingin memasang diskon Rp20 ribu kepada pelanggan, 60 persen dari diskon akan ditanggung oleh GoFood, sehingga mitra usaha hanya perlu menanggung 40 persen,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip Selasa 23 Maret 2021.

Selain itu, para merchant bisa menikmati berbagai inovasi produk dan fitur di GoBiz, baik untuk mitra lama maupun baru.

Misalnya, merchant yang sudah bergabung bisa atur variasi menu, fitur ulasan pelanggan, fitur tampilan riwayat promo, dan suara notifikasi pesanan Always On. Sedangkan, untuk merchant baru bisa memperoleh fitur daftar mandiri.

Pemilik Inari Kitchen, Andrew Wijaya mengungkapkan bahwa penerapan komisi tidak ada bedanya dengan biaya jasa yang dibayarkan oleh pemilik barang dagangan ke pemilik lapak konvensional.

“Sebagai pengusaha kuliner, saya memiliki kemitraan dengan beberapa aplikasi, GoFood, GrabFood dan ShopeFood, dan di masing-masing aplikasi ini berlaku sistem pembayaran komisi,” tuturnya.