Permainan Spartan PSM Membuat Persija Tertekan dan Frustasi

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Status sebagai tim unggulan dengan materi pemain lebih baik bukan jaminan untuk meraih kemenangan. Pameo klasik sepak bola ini patut ditujukan kepada Persija Jakarta yang secara mengejutkan takluk di tangan seterunya PSM Makassar dengan skor 0-2 pada laga Grup B di Stadion Kanjuruhan Malang, Senin (22/3/2021) malam.

Pelatih Persija, Sudirman mengakui timnya kalah karena penampilan timnya tak berkembang menghadapi permainan spartan dan militan ala PSM.

Situasi yang dihadapai tim asuhannya kian sulit setelah striker PSM, Patrich Wanggai menjebol gawang Persija yang dikawal Andritany Ardhiyasa pada menit akhir babak pertama.

"Padahal, kami mendapat sejumlah peluang untuk mencetak gol. Ini yang membuat pemain saya terlihat frustasi," kata Sudirman.

Sudirman juga menyoroti faktor komunikasi antar pemain yang tak jalan, khususnya di lini belakang. Sudirman merujuk gol kedua PSM yang dicetak oleh Yakob Sayuri.

Gol itu terjadi karena kelengahan Motta yang terlambat mengantisipasi pergerakan Yakob. Padahal, rekan-rekannya sudah berteriak mengingatkan Motta.

"Ini saya maksud soal kendala komunikasi karena Motta baru pertama kali bermain di Indonesia," terang Sudirman.

Hal senada dikatakan Andritany. Permainan keras ala PSM membuat konsentrasi rekan-rekannya buyar sehingga terkesan ragu dalam berduel memperebutkan bola.

"Sebenarnya kami lebih menguasai pertandingan. Tapi, hasil akhirnya untuk PSM. Untuk itu, saya ucapkan selamat buat PSM," kata kapten Persija Jakarta itu.

Marco Simic Mandul

Piala Menpora - Persija Jakarta, Marko Simic, Riko Simanjuntak, Marco Motta (Bola.com/Adreanus Titus)
Piala Menpora - Persija Jakarta, Marko Simic, Riko Simanjuntak, Marco Motta (Bola.com/Adreanus Titus)

Pada kesempatan itu, Sudirman juga melontarkan kekecewaannya karena striker andalan Persija Jakarta, Marko Simic tampil tak optimal dan gagal mencetak gol.

Menurut Sudirman, sebenarnya ia ragu memainkan Simic karena penyerang asal Kroasia itu baru tiga hari bergabung dalam latihan tim.

"Saya sudah berbicara secara pribadi dengan Simic untuk menanyakan kondisinya. Dia menyatakan ingin sekali tampil. Setelah berkonsultasi dengan dokter, saya pun memainkannya. Ternyata hasilnya tak maksimal," ungkap Sudirman.

Efek Evan Dimas Hengkang

Pada menit ke-30, Andik Vermansah (kiri) kembali mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti setelah berhasil menerima umpan dari Evan Dimas. (Bola.com/Arief Bagus)
Pada menit ke-30, Andik Vermansah (kiri) kembali mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti setelah berhasil menerima umpan dari Evan Dimas. (Bola.com/Arief Bagus)

Sudirman juga menjawab pertanyaan terkait penampilan lini tengah timnya yang tak variatif setelah kehilangan Evan Dimas yang hengkang ke Bhayangkara FC.

"Sebenarnya tak etis membicarakan pemain yang sudah pergi. Tapi, saya akui, tanpa Evan membuat permainan lini tengah agak monoton pada laga tadi."

Meski kecewa, Sudirman tak ingin larut dengan situasi tim pasca kalah dari PSM.

"Kami masih ada dua pertandingan lagi yang akan kami hadapi. Kekalahan dari PSM tentu menjadi bahan evaluasi untuk tampil lebih baik pada dua laga selanjutnya," papar Sudirman. Persija sendiri akan menantang dua tim kuat lainnya yakni Borneo FC (27/3/2021) dan Bhayangkara FC (31/3/2021).

Video