Permasalahan Reproduksi Perempuan dari Pubertas Hingga Usia Tua

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Sistem reproduksi perempuan merupakan sistem tubuh yang sangat kompleks, maka diperlukan Langkah untuk menjaga sistem ini dan dari infeksi dan cidera.

Selain itu, perlu dilakukan juga pencegahan terhadap masalah yang mungkin terjadi pada sistem reproduksi perempuan, termasuk masalah kesehatan jangka panjang. Menjaga sistem reproduksi sama halnya dengan menjaga kesehatan diri, terutama saat kehamilan.

dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG mengatakan kesehatan reproduksi perempuan itu dari dalam seperti rahim, indung telur, sampai eksternal. Kesehatan organ perempuan pun harus dipantau sejak anak lahir hingga tua.

"Kesehata reproduksi merupakan keadaan sehat seluruh organ reproduksi serta proses reproduksi yang normal," ujar dr. Dinda dalam acara Titan Center dan RSIA Bina Medika.

Lalu apa sih masalah yang terjadi berdasarkan usia?

ilustrasi perempuan bahagia/photo created by senivpetro - www.freepik.com
ilustrasi perempuan bahagia/photo created by senivpetro - www.freepik.com

1. Pubertas

dr. Dinda mengatakan masalah kesehatan organ sering terjadi pada masa pubertas rentan usia 12-18 tahun. Biasanya masalah yang terjadi nyeri haid dan keputihan.

"Keputihan terjadi karena masih kurang self awareness. Main sama temennya atau olahraga tidak langsung ganti celana, menyebabkan lembap lalu keputihan," ujar dr. Dinda.

Keputihan sendiri terjadi karena bakteri, jamur, dan virus. Berwarna putih kekuning-kuningan. Maka usahakan agar selalu mengganti celana dalam agar tidak lembap.

2. Masa Reproduksi

Usia 18-40 memasuki masa reproduksi yang dikeluhkan seperti nyeri haid, keputihan, infeksi HPV, Honeymoon cystitis adalah penyakit yang disebabkan oleh hubungan intim pasangan. Stres Inkontinensia, gangguan siklus haid, dan Infertilistas.

"Saking aktifnya melakukan hubungan seksual bisa terjadi Honeymoon cystitis, yang biasa terjadi pada pasangan yanga baru menikah," tuturnya.

Siklus haid normal 21-35 haru, pendarahan di tengah siklus nyeri haid. Cari faktor penyebab, regulasi haid dengan OCP obat mengulangkan nyeri.

3. Masa Klimakterium

Masa ini antara usia 40-65 tahun, masalah yang terjadi infeks HPV, pre menopause dan Stres Inkontinensia.

"Penuruanan hormon, jadi hot flush, nyeri sendri dan tulang, mood imbalance, lubrukasi minimal. Ini membuat seseorang menjadi sangat sensitif, jadi mudah marah karena merasa tidak nyaman," paparnya.

4. Masa Senium

Masa ini perempuan lebih dari usia 65 tahun yang akan terjadi sulit untuk menahan buang air kecil apalagi pernah melahirkan bayi yang besar.

#changemaker