Permen antidiabetes berhasl diracik tiga dosen UKWMS

Tiga dosen Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Dr Martha Ervina, Dr Anita Maya Sutedja serta Netty Kusumawati meracik permen rendah indeks glikemik yang aman sekaligus sebagai antidiabetes.

"Kami menggunakan isomalt di permen ini yang merupakan gula poliol rendah kalori," kata Martha di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.

Ia mengatakan penggunaan isomalt dilakukan karena rendah angka glikemik indeksnya, sehingga tidak membuat angka gula darah naik dan tetap ada rasa manisnya.

Selain aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, dapat pula ditambahkan ekstrak yang dapat memberikan efek, juga mudah dikonsumsi kapan saja.

"Penggunaan isomalt karena rendah angka glikemik indeksnya, sehingga tidak membuat angka gula darah naik dan tetap ada rasa manisnya," kata dosen dari Fakultas Farmasi dan Pusat Penelitian Obat Tradisional (PPOT) UKWMS itu.

Dia mengatakan selain aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, dapat pula ditambahkan ekstrak yang dapat memberikan efek dan juga mudah dikonsumsi kapan saja.

Proses pembuatan permen tersebut diawali menimbang bahan, pencampuran, pemanasan hingga mencapai suhu tertentu, penambahan ekstrak dan bahan tambahan lainnya lalu didiamkan hingga buihnya menghilang.

Lalu, dilanjutkan pencetakan campuran dalam cetakan, didinginkan, dan dilepaskan dari cetakan. Pada proses pembuatan, ada rempah pilihan yang dapat digunakan sebagai antidiabetes yakni, kayu manis, kunyit, dan jahe.

Sejumlah tenaga kependidikan UKWMS, yakni Veronica Yunita Dian Anggraini, Krenna, dan Yohana Prasetyorini, menuangkan rasa kopi dan menambahkan rempah ke dalam campuran permen.

"Karena gemar minum kopi, maka kami campurkan rasa kopi dalam adonan permen, ditambah dengan rempah-rempah sehingga makin enak rasanya," demikian Veronica Yunita.

Baca juga: Biji kurma antidiabetes, harapan bagi penderita kencing manis

Baca juga: Daun kelor, alternatif yang bisa dimanfaatkan obati diabetes

Baca juga: BRIN ciptakan produk berbasis black garlic mengandung anti-diabetes

Baca juga: Obat herbal bisa jadi alternatif pengobatan diabetes saat pandemi