Permintaan Batu Bara Meningkat Dongkrak Kinerja Bukit Asam

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2021. Perseroan membukukan laba bersih mencapai Rp 1,8 triliun, naik 38 persen dibanding periode serupa pada tahun lalu yang senilai Rp 1,3 triliun.

Pencapaian laba bersih ini didukung dengan pendapatan sebesar Rp 10,3 triliun, meningkat 14 persen dari capaian di periode yang sama tahun lalu Rp 9,0 triliun. Merujuk laporan keuangan Perseroan, penjualan domestik masih mendominasi. Namun, ke depan, PT Bukit Asam Tbk menargetkan penjualan domestik dan ekspor terpaut jauh.

"Kenaikan kinerja ini seiring dengan pemulihan ekonomi global maupun nasional yang mendorong naiknya permintaan atas batu bara," ujar Direktur Utama PTBA, Suryo Eko Hadianto dalam Press Conference Kinerja PT Bukit Asam Tbk, Selasa (1/9/2021).

Di sisi lain, Suryo juga mengatakan raihan itu sejalan dengan kenaikan harga batu bara yang signifikan hingga menyentuh level USD 134,7 per ton pada 30 Juni 2021. Pada 2021, Suryo mengatakan Perseroan juga akan meningkatkan produksi batu bara, dari semula 25 juta ton menjadi 30 juta ton. Dengan demikian penjualan utamanya ke luar negeri juga dapat terkerek.

"Yang jelas Bukit Asam juga akan meningkatkan ekspornya. Karena rencana produksinya juga meningkat dari 25 juta ton tahun lalu, tahun ini naik jadi 30 juta ton. Jelas volume ekspornya juga akan meningkat,” kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Target Rasio Penjualan

Aktivitas pekerja menggunakan alat berat saat menurunkan muatan batu bara di Pelabuhan KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Aktivitas pekerja menggunakan alat berat saat menurunkan muatan batu bara di Pelabuhan KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Asam Tbk, Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin mengatakan rasio perbandingan penjualan domestik dan ekspor secara year to date 63 banding 37.

Namun, Perseroan menargetkan rasio penjualan untuk domestik dan ekspor sampai akhir tahun masing-masing 53 banding 47. “Sampai dengan akhir tahun itu rasionya menjadi 53 banding 47. Jadi kurang lebih hampir berimbang antara domestik dan ekspor,” kata dia.

Saat ini, lima negara utama tujuan ekspor Perseroan antara lain Tiongkok, India, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 1 September 2021, saham PTBA naik 3,32 persen ke posisi Rp 2.180 per saham. Saham PTBA dibuka naik 40 poin ke posisi Rp 2.150 per saham. Saham PTBA berada di level tertinggi Rp 2.210 Total frekuensi perdagangan 10.209. Volume perdagangan 721.835. Nilai transaksi Rp 157,4 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel