Permintaan Domestik Masih Tinggi, RI Relatif Aman dari Krisis Pangan

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani mengatakan, Indonesia masih relatif aman dari krisis pangan. Sebab, Indonesia masih memiliki permintaan domestik yang sangat tinggi.

Terlebih lagi, jumlah penduduk Indonesia saat ini sebanyak 273 juta orang sehingga permintaan domestik masih tinggi. Menurutnya dengan program transformasi ekonomi presiden, Indonesia relative mempunyai pondasi ekonomi yang kuat dan bisa bertahan ekonominya.

"Pertumbuhan ekonomi bisa bertahan di atas 5 persen," ucap Ajib Hamdani, kepada Merdeka.com, Jumat (29/7).

Hamdani menerangkan, pelemahan rupiah juga lebih banyak terjadi karena peningkatan suku bunga The Fed. Jadi sedang terjadi aliran uang yang cukup deras keluar.

"Kondisi ini uang membuat rupiah melemah," terangnya.

Sebelumnya, Direktur Center Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyebut bahwa saat ini ada 30 negara yang melakukan proteksi pangan di tengah kenaikan harga akibat perang Rusia-Ukraina. Kondisi ini membuat pengiriman pangan terkendala dari beberapa sentra penghasil.

Selain proteksi sebagai dampak konflik Rusia-Ukraina, faktor cuaca ekstrem juga membuat rantai pasokan pangan berkurang. Seperti di India yang mengalami faktor cuaca yang ekstrem yang membuat negara tersebut melakukan proteksi ekspor gandum.

"Biaya transportasi juga menjadi faktornya karena harga minyak dunia di atas USD 100 per barrel. Nah itu semua menambah deretan dari krisis pangan," ujar Bhima kepada merdeka.com di Jakarta, Kamis (28/7).

Bhima menerangkan, apabila setiap negara melakukan proteksi maka akan memicu kenaikan harga pangan secara internasional. Ini juga akan berimbas kepada kemiskinan yang akan naik, sehingga jutaan orang akan mengalami kelaparan.

"Ini juga bisa menyebabkan kerentanan secara politik seperti yang terlihat di Sri Lanka," jelas Bhima. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel