Permintaan Meningkat, Kementan Pastikan Stok Bahan Pangan Aman

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriardi, menegaskan jika stok persediaan pangan, khususnya bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran 2021 aman. Stok yang ada bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, meski terjadi lonjakan permintaan saat momen Ramadan dan Lebaran.

"Badan Ketahanan Pangan secara intensif memantau perkembangan harga, pasokan hingga stok pangan di lapangan, baik di tingkat produsen maupun konsumen," kata Agung dalam keterangannya pada Senin (12/4/2021).

Langkah tersebut dianggap penting agar penanganan dan antisipasi bisa segera dilakukan jika terjadi permasalahan pangan. Selanjutnya, upaya yang bersifat koordinatif maupun aksi dilakukan untuk mendukung ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan.

Upaya ini dikatakan, kata Agung, adalah salah satu dari serangkaian penanganan stok melalui beberapa kebijakan. Sejumlah bahan pokok dipastikan tersedia dan cukup sejak jauh hari sebelumnya, khususnya bahan pokok selama Ramadan dan Lebaran.

"Kita lakukan berbagai upaya mengamankan bahan pangan pada beberapa bulan sebelumnya," sambungnya.

Kebutuhan pokok yang telah dipersiapkan semenjak jauh hari adalah jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, aneka cabai, daging sapi, daging ayam, telur, minyak goreng dan gula pasir.

"Semuanya dalam kondisi secara nasional adalah mencukupi tidak perlu khawatir," tutur Agung.

Menjelang Ramadan memang ada kenaikan harga, begitu pula beberapa hari sebelum Idul Fitri. Namun masyarakat dinilai tidak perlu khawatir.

Saat ini, beberapa bahan pokok yang disinyalir telah mengalami kenaikan harga yakni daging ayam yang berkisar antara 35 ribu per ekor, dan telur yang mengalami kenaikan menjadi 24 ribu per kilogram (kg). Semuanya akan kembali turun dalam beberapa hari ke depan.

"Memasuki bulan Ramadan akan kembali turun dan menjelang hari raya Idul Fitri pasti akan mengalami kenaikan harga pangan. Kami selalu melihat bahwa kenaikan sekitar koefisien varian di bawah 15 persen itu bagi kami semua merasa itu adalah wajar," tuturnya.

Stok Pangan Nasional

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Suhanto, saat menanyakan harga bahan pokok ke pedagang Pasar Pedurungan. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Suhanto, saat menanyakan harga bahan pokok ke pedagang Pasar Pedurungan. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)

Berdasarkan data Kementan terkait Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Pokok/Strategis Nasional pada Januari hingga Mei 2021, sebagian besar pasokan bahan pokok akan mengalami surplus.

Berdasarkan ini, Kementan pun menjamin kecukupan bahan pokok. Ketersediaan bahan pokok diantaranya beras mencapai 24,9 juta ton, sedangkan kebutuhan sebesar 12,33 juta ton. Sehingga masih ada pasokan sebesar 13,57 juta ton hingga Mei 2021.

Kemudian prognosa ketersediaan Jagung sebesar 12,57 juta ton, sedangkan kebutuhan 9,17 juta ton. Sehingga neraca hingga Mei 3,4 juta ton. Ketersediaan kedelai 1,5 juta ton dan kebutuhan sebesar 1,3 juta ton.

Lalu ketersediaan bawang merah sebesar 444.713 ton dengan kebutuhan 416.660 ton. Bawang putih 406.691 dan kebutuhan 243.655 ton.

Ketersediaan cabai besar sebanyak 496.358 ton, sedangkan kebutuhan 432.129 ton. Ketersediaan cabai rawit 448.902 ton dan kebutuhan 392.747 ton.

Sementara prognosa ketersediaan daging ayam ras sebesar 1,53 juta ton dengan kebutuhan 1,33 juta ton. Lalu, prognosa ketersediaan telur ayam ras sebesar 2,21 juta ton dan kebutuhan 2,14 juta ton.

Untuk gula pasir, perkiraan ketersediaannya sebesar 1,58 juta ton dan kebutuhan 1,21 juta ton. Minyak goreng, perkiraan ketersediaannya sebesar 2,67 juta ton dan kebutuhannya 2,19 juta ton.