Permintaan Penerbangan China-AS Melonjak, Harga Tiket Meroket

·Bacaan 1 menit

VIVA – Permintaan pelayanan penerbangan komersial dari China menuju Amerika Serikat meningkat tajam sehingga harga tiket pun tidak rasional.

Pesawat carter juga menjadi pilihan seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna penerbangan ke AS setelah pemerintah negara adidaya itu melonggarkan pembatasan para pelajar internasional.

Dear Jet yang berada di bawah naungan Hainan Airlines Group meluncurkan program "Kembali ke Sekolah AS" yang berangkat dari Beijing menuju New York, Seattle, Boston, dan Los Angeles dengan tiket paling murah seharga 160.000 yuan (Rp354,4 juta) per orang.

Itu tiket pesawat carter kelas bisnis, lounge VIP, dan layanan eksklusif lainnya, demikian pihak Dear Jet dikutip media China, Sabtu 21 Agustus 2021.

Sementara itu, iFlyPlus, platform penjualan tiket pesawat carter China, menawarkan tiket penerbangan transit ke AS seharga 30.000 yuan (Rp66,4 juta) untuk kelas ekonomi dan 100.000 yuan (Rp221,5 juta) untuk kelas bisnis.

Untuk penerbangan langsung dengan menggunakan pesawat carter 14 kursi dari Shanghai ke Los Angeles, iFlyPlus menawarkan seharga 1,4 juta yuan (Rp3,1 miliar).

"Saya tidak perlu antre di bandara atau berbagi pesawat dengan orang lain. Jadi, jet pribadi memberikan pelayanan melampaui pelayanan kelas bisnis. Ini pilihan terbaik bagi pelajar China yang hendak kembali ke AS di tengah pandemi," kata seorang penumpang bermarga Zhang dikutip Waijiao.

Data iFlyPlus menunjukkan adanya peningkatan sebesar 133 persen untuk penerbangan carter dari Shanghai ke New York pada kuartal tahun ini dibandingkan kuartal sebelumnya.

Untuk penerbangan dari Shenzhen ke London juga naik 89 persen selama periode itu.

Peningkatan penerbangan dari China ke AS dan Eropa sangat tinggi karena semester baru akan dimulai pada akhir Agustus ini. (Ant/Antara)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel