Permintaan Tenaga Kesehatan ke Pemprov Banten Ditolak, Ini Kata Riza Patria

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui kebutuhan tenaga kesehatan di Jakarta meningkat seiring lonjakan kasus positif Covid-19. Pemprov DKI bahkan disebut meminta sumber daya manusia (SDM) ke Provinsi Banten.

Namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh Pemprov Banten. Menanggapi hal itu, Riza mengatakan kebutuhan Jakarta tidak hanya soal tenaga kesehatan melainkan sukarelawan yang dimanfaatkan dalam penanganan Covid.

"Semua kebutuhan tenaga kesehatan tidak bisa diciptakan dengan cepat kalau dokter. Tapi kan sukarelawan juga bisa, tenaga-tenaga sukarelawan yang nanti ditraining, dilatih itu nanti disiapkan," kata Riza di Balai Kota, Selasa (29/6/2021).

Sebelumnya Gubernur Banten Wahidin Halim menyebut kekurangan tenaga kesehatan untuk menangani pasien Covid-19 tak hanya dialami Banten. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta bahkan meminta bantuan Pemprov Banten dalam menangani salah satu rumah singgah atau rumah sakit di Jakarta, dihuni pasien Covid-19. Namun permintaan itu ditolak. Sebab pihaknya juga kekurangan tenaga kesehatan.

"Bahkan Jakarta minta kita supaya membantu untuk penanganan rumah singgah atau rumah sakit yang ada di Sunter sana Tanjung Priok, kita juga enggak bisa," ujar dia.

Sulit Dapatkan Tenaga Kesehatan

Wahidin mengatakan pihaknya banyak mempunyai tempat kosong untuk dijadikan tempat perawatan pasien Covid-19, namun pemprov Banten kesulitan untuk mendapatkan tenaga kesehatan.

"Kita kesulitannya pada tenaga kesehatan. Bangunan banyak yang kosong kosong bisa kita manfaatkan, kasur kita bisa beli. Tenaga kesehatan yang kita susah dapatkan," kata dia.

Sejumlah rumah sakit penanganan Covid-19 di Banten mulai kewalahan untuk menampung pasien yang terus bertambah. Kapasitas rumah sakit kini rata-rata mencapai 86-90 persen.

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel