Permohonan Maaf Jakmania soal Pawai Juara Piala Menpora

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pengurus Pusat the Jakmania --kelompok suporter Persija Jakarta-- menyampaikan permohonan maaf atas perayaan juara Piala Menpora 2021 yang dilakukan sekelompok orang pada dini hari WIB tadi.

Beberapa jam setelah Persija memastikan kemenangan atas Persib Bandung di partai puncak Piala Menpora 2021, ada konvoi yang dilakukan menuju Bundaran Hotel Indonesia. Di sana kerumunan massa terjadi.

Media sosial pun langsung heboh dengan kejadian ini. Banyak kritik berdatangan karena dianggap ada pelanggaran protokol kesehatan pandemi COVID-19.

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi apabila perayaan juara yang dilakukan oleh teman-teman the Jakmania menimbulkan keresahan," demikian pernyataan resmi Pengurus Pusat Jakmania.

"Tidak ada niat sedikitpun dari kami selaku Pengurus Pusat the Jakmania untuk menginstruksikan anggota melakukan konvoi, atau perayaan apapun yang berlebihan apalagi sampai melanggar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan."

Dalam permohonan maaf tersebut, dijelaskan pula efek psikologis suporter sepakbola Indonesia saat ini. Khususnya Jakmania yang melihat tim kebanggaannya berhasil mengalahkan Persib.

Pengurus Pusat the Jakmania memastikan sejak awal Piala Menpora 2021 sudah mengkampanyekan gerakan #NontonDiRumah untuk menghindari kerumunan massa.

Imbauan yang dilakukan secara rutin melalui Koordinato Wilayah, Biro Resmi, hingga media sosial the Jakmania.

"Namun, final kedua memang berbeda. Setelah setahun lamanya Jakarta, bahkan Indonesia dalam keadaan tanpa sepakbola. Kemudian turnamen yang berhasil menyita perhatian dan emosi, ditambah laga final mempertemukan Persija Jakarta dengan Persib Bandung, semua menimbulkan spontanitas bagi sebagai the Jakmania."

"Meskipun masih sangat sedikit dibandingkan pawai juara kami beberapa waktu lalu, baik itu ketika menjuarai Piala Presiden, maupun Liga 1. Hal ini menggambarkan bahwa the Jakmania masih menahan diri, masih mematuhi protokol kesehatan dan komitmen bersama yang telah ditetapkan untuk tetap berada di rumah."