Permudah Lacak Barang Tertinggal, Jemaah Haji Diminta Catat 4 Nomor di Bus Shalawat

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah haji Indonesia yang sudah berada di Makkah akan dilayani bus shalawat ketika beraktivitas di luar. Bus tersebut mengantarkan jemaah yang akan menunaikan salat fardhu ke Masjidil Haram.

Dikarenakan tingginya aktivitas menggunakan bus shalawat, jemaah haji diminta mencatat empat nomor bus yang dinaiki. Pencatatan itu juga penting mana kala ada barang jemaah tertinggal di bus.

"Kita sudah komitmen dengan perusahaan bus apabila ada yang tertinggal maka segera kabarkan kami dan kami segera ambil ke perusahaan itu dan serahkan ke jemaah," kata Kasie Transportasi Daker Makkah, Asep Subhana, Jumat (17/6).

"Nah di bus ada nomor empat digit. Kalau hafal nomor bus Insya Allah ketemu (barang tertinggal)," sambungnya.

Sampai hari ini bus shalawat beroperasi, kata Asep, sudah masuk laporan barang jemaah tertinggal. Seperti ponsel hingga dompet berisi uang Rupiah.

"Oleh karena itu, jemaah diminta fokus dengan barang bawaannya Jadikan satu tas, terutama HP, kalau perlu kasih tali HP-nya. Karena pegangan banyak, HP tertinggal," jelasnya.

Asep berharap sopir bus benar-benar amanah dalam menjalankan tugasnya. Sehingga ketika menemukan barang jemaah tertinggal segera melapor untuk kemudian dikembalikan ke jemaah tersebut.

"Insya Allah dari tahun ke tahun sopir amanah, bus beritahu kita dan kita serahkan ke jemaah yang memiliki barang tersebut. Petugas kita di lapangan juga selalu sweeping sebelum meninggalkan bus," tutup Asep.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 204 bus shalawat akan melayani jemaah haji Indonesia selama berada di Mekkah. Bus shalawat menjadi transportasi yang mengantarkan jemaah dari makhtab atau penginapan ke Masjidil Haram dan sebaliknya selama di Makkah.

“Kita baru saja melakukan simulasi angkutan shalawat mulai dari depan Kantor Daerah Kerja Makkah menuju terminal Jiad. Kita cek juga jalur layanan dari terminal Jiad menuju Misfalah. Insya Allah, bus shalawat dan petugas siap sambut dan layani jemaah di Makkah,” jelas Kepala Daker Makkah Muhammad Khanif di Misfalah - Makkah, Minggu (12/6).

Bus akan melayani jemaah selama 24 jam dan tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Adapun kapasitas bus untuk 70 orang.

Pantauan di lapangan, body bus mayoritas berkelir hijau. Di badan bus ditempelkan stiker bertulis 'Indonesia'. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel