Pernah Alami Pemerkosaan yang Membuat Hidup Hancur, Perempuan Ini Ceritakan Caranya Balas Dendam

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Kembar identik Karen Lewis meneleponnya minggu lalu dari Los Angeles. Ia membicarakan tentang sebuah film yang mengingatkan Karen akan sosok Declan dan cara untuk balas dendam.

Declan (nama ini telah disamarkan) adalah pria yang memperkosa Karen, 14 tahun lalu dan film "Promising Young Woman" yang dibintangi oleh Carey Mulligan dan diproduksi oleh Margot Robbie berhasil mendapatkan penghargaan untuk penggambaran seksi tentang kisah balas denda pemerkosaan yang provokatif. Penulis dan sutradara Emerald Fennell menciptakan Cassie sebagai karakter protagonis yang kehilangan sahabatnya Nina karena bunuh diri, setelah Nina diperkosa di sekolah kedokteran.

Pihak berwenang tidak mempercayai cerita Nina setelah semua mahasiswa lain dan universitas menolak mendukungnya. Sepanjang film bercerita tentang Cassie yang melakukan balas dendam untuk Nina, puncaknya adalah penculikan terhadap Al Monroe, pemerkosa itu sendiri.

Karen tertarik dengan film tersebut, namun ia menunggu beberapa hari sebelum menonton trailernya. Karena memberitahu suaminya bahwa ia akan mengalami masa-masa sulit setelah menonton film tersebut.

Dan memang benar, banyak aspek dari cerita di film tersebut yang sesuai dengan ingatan yang pernah dialami Karen, membuatnya mengalami serangan panik yang sangat parah. Karena memiliki kedekatan dengan film tersebut dan balas dendam memang pernah menjadi fokus utama dalam hidupnya, namun bukan balas dendam seperti yang dipikirkan oleh banyak orang.

Seperti banyak kisah pemerkosaan yang pernah terdengar, Karen kehilangan harga diri, ia memiliki keinginan balas dendam, mengalami keraguan, perjalanan sulit membangun kembali hidupnya, mengandalkan persahabat, dan akhirnya kembali. Sama halnya dengan karakter Nina, Karen adalah salah satu dari 26,4% siswa perempuan yang mengalami pemerkosaan atau pelecehan seksual setiap tahun di kampus.

Hidup Karen hancur setelah pemerkosaan

Karen Lewis menceritakan bagaimana ia balas dendam terhadap pelaku pemerkosaan yang membuat hidupnya hancur. Simak di sini kisahnya./Ilustrasi/copyrightshutterstock/phM2019
Karen Lewis menceritakan bagaimana ia balas dendam terhadap pelaku pemerkosaan yang membuat hidupnya hancur. Simak di sini kisahnya./Ilustrasi/copyrightshutterstock/phM2019

Declan adalah seorang kenalan, bintang olahraga, dan playboy. Karen dan Declan tidak saling mengenal dengan baik, namun ada satu kelas yang diikuti bersama oleh keduanya.

Saat itu, Karen berusia 21 tahun dan serangan terjadi di awal tahun terakhirnya di perguruan tinggi. Karena kepolosannya, hampir semua orang di sekitarnya tahu bahwa Karen masih perawan.

Sampai malam ketika Declan memperkosanya, Karen meninggalkan rumah Declan dengan perasaan hancur. Dalam beberapa minggu setelah pemerkosaan, Karen bertekad agar pengalaman tersebut tidak merusak tahun terakhir kuliahnya, ia berusaha menekan emosinya yang bisa menyebabkan perilaku lebih berbahaya, seeprti minum berlebihan atau bunuh diri.

Karen memilih meninggalkan sekolah, ia mengambil sisa semester dri rumah dan setelah lulus, Karen tidak memiliki kepercayaan diri untuk bekerja dalam waktu lama di satu tempat. Ia juga pernah mencoba bunuh diri, sampai akhirnya Karen kembali ke universitas untuk mengajukan laporan kriminal.

Sayangnya, jaksa wilayah tersebut mengatakan dengan jujur bahwa kesempatan mereka memenangkan kasus tersebut sangat kecil, terutama dengan kekayaan keluarga Declan. Akhirnya, Karen memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri.

Karen balas dendam dengan caranya sendiri

Ilustrasi stres/Karen Lewis menceritakan bagaimana ia balas dendam terhadap pelaku pemerkosaan yang membuat hidupnya hancur. Simak di sini kisahnya.. (Photo by Freshh Connection on Unsplash)
Ilustrasi stres/Karen Lewis menceritakan bagaimana ia balas dendam terhadap pelaku pemerkosaan yang membuat hidupnya hancur. Simak di sini kisahnya.. (Photo by Freshh Connection on Unsplash)

Karen menghubungi Declan melalui LinkedIn dan mendapatkan balasan bahwa ia bisa menghubungi Declan kapan saja. Karen tidak memberi kesempatan pada dirinya sendiri untuk menyerah, ia menelepon Declan dengan mantap.

Ia memberitahu pria tersebut bagaimana kejadian pemerkosaan yang dilakukannya telah menghancurkan hidup Karen, namun ia bertahan, dan berhasil. Karen tidak menangis, namun Declan menangis.

Declan memohon maaf dan Karen memaafkannya. Baginya, ini sudah merupakan balas dendam, bahwa setiap pagi, ia bangun dari tidur dan menjalani hidup, jatuh dan bangkit lagi.

Karen telah bertemu pria yang mencintainya dan tubuhnya, mereka menikah, dan saat ini telah memiliki 2 orang putra. Menurut Karen, balas dendam tidak harus brutal atau kasar atau jelek.

Balas dendam bisa berarti mendedikasikan waktu dan sumber daya untuk mereka yang berada di tengah trauma. Balas dendam dapat berupa mendidik anak dan teman tentang konsep persetujuan, batasan, dan rasa hormat.

#Elevate Women